Selasa, 12 Mei 2026

LIVE UPDATE

Strategi Dagang Alternatif di Perbatasan, Cara Iran Akali Blokade AS di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 17:14 WIB
Kompas.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Dalam Negeri Iran, Eskandar Momeni, menegaskan negaranya tak gentar menghadapi blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Ia menyebut Iran punya lebih dari 8.000 kilometeer perbatasan darat dan laut untuk menopang aktivitas perdagangan.

Mengutip Al Jazeera pada Selasa (14/4/2026), Momeni meminta pejabat wilayah perbatasan mempermudah impor barang penting.

Langkah itu ditujukan untuk meredam dampak tekanan dari blokade laut Amerika Serikat.

Baca: KEKUATAN AS DIPERTANYAKAN! 7 Kapal Lolos dari Blokade di Selat Hormuz, Termasuk Tanker Sanksi China

Amerika Serikat diketahui mulai memblokade Selat Hormuz pada Senin (13/4/2026) guna menekan ekonomi Iran.

Kebijakan ini dinilai mengancam pendapatan Iran yang bergantung pada ekspor energi.

Sebagian besar ekspor minyak dan gas Iran memang melalui pelabuhan dan jalur Selat Hormuz.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global melewati selat itu saat kondisi normal.

Saat konflik pecah pada 28 Februari 2026, Iran sempat menutup akses selat tersebut.

Penutupan itu justru membuat ekspor Iran naik karena hanya kapal tertentu yang diizinkan melintas.

Namun, blokade militer AS kini langsung menekan kemampuan ekspor minyak mentah Teheran.

Dampaknya tak hanya pada energi, tetapi juga perdagangan komoditas lain dari Iran.

Ekspor utama Iran meliputi petrokimia, plastik, dan hasil pertanian ke China dan India.

Baca: Situasi Memanas saat Trump Blokade Selat Hormuz! AS Cegat 2 Kapal Tanker yang Hendak Kabur dari Iran

Sementara impor penting berupa mesin, elektronik, dan pangan berasal dari China, UEA, dan Turki.

Iran juga mengandalkan jalur alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.

Salah satunya melalui jaringan perdagangan yang terhubung hingga Asia Tenggara.

Kerja sama dengan China diperkuat lewat pengembangan jalur kereta lintas negara.

Rute ini melibatkan negara Asia Tengah seperti Kazakhstan, Uzbekistan, dan Turkmenistan.

Jalur kereta memungkinkan distribusi barang dari China menuju Iran tanpa lewat laut.

Baca: Putin Turun Tangan saat AS Blokade Selat Hormuz, Rusia Bakal Berikan Bantuan ke China Lawan Trump

Laporan SpecialEurasia menyebut jalur ini membantu menghindari hambatan armada Barat.

Meski begitu, distribusi hidrokarbon lewat kereta menghadapi tantangan logistik besar.

Selain itu, belum ada bukti kuat minyak Iran dikirim ke China melalui jalur kereta.


Editor: Agilio OktoViasta
Reporter: Yustina Kartika Gati
Videografer: Aditya Wisnu Wardana
Video Production: Agilio OktoViasta
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved