Rabu, 15 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Eagle 44 Pangkalan Udara Bawah Tanah Iran Jadi Momok AS, Berkali-kali Dihantam tapi Tak Terjamah

Rabu, 15 April 2026 13:20 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Iran membangun pangkalan udara bawah tanah bernama Oghab 44 atau Eagle 44 untuk melindungi jet tempurnya dari serangan musuh.

Pangkalan ini berada ratusan meter di bawah tanah dan tersembunyi di kawasan pegunungan.

Oghab 44 bukan sekadar bunker dan menjadi pangkalan paling vital yang sulit dihancurkan oleh musuh.

Fasilitas ini merupakan pangkalan udara lengkap dengan hanggar, pusat komando, hingga depot bahan bakar.

Baca: STRATEGI IRAN Tembus Blokade Amerika di Selat Hormuz, Pengiriman Perdana Capai Tashkent

Jet tempur Iran bahkan dapat bergerak melalui terowongan bawah tanah sebelum diluncurkan ke permukaan.

Lokasinya disebut berada di wilayah strategis dekat Selat Hormuz.

Titik ini dianggap cukup dekat untuk menjangkau target militer, namun tetap terlindungi oleh lapisan batuan keras.

Strategi IRGC ini bertujuan menjaga kelangsungan kekuatan udara Iran.

Terutama menghadapi keunggulan teknologi militer Amerika Serikat dan sekutunya.

Pembangunan Oghab 44 juga memanfaatkan teknik kuno Persia, yakni sistem terowongan bawah tanah Qanat.

Teknologi ini kemudian dikembangkan menjadi fasilitas militer modern yang tahan terhadap serangan udara.

Sayangnya, ada satu kelemahan dari pangkalan ini.

Jet tempur harus keluar ke permukaan melalui landasan pacu untuk beroperasi.

Jika landasan tersebut dihancurkan, maka seluruh sistem pertahanan akan lumpuh.

Baca: Trump Sebut Perang Iran Akan usai! Negosiasi Penentuan Akan Segera Digelar di Pakistan

Meski demikian, keberadaan Oghab 44 menjadi simbol strategi pertahanan Iran.

Iran mampu menyembunyikan kekuatan militer di bawah tanah untuk menghadapi potensi serangan besar.

Terbaru, AS mengklaim melancarkan serangan ke Oghab 44 pada akhir Maret 2026.

Sebuah citra satelit menunjukkan bahwa Iran mengalami kerusakan parah pada pusat kendali rahasianya tersebut.

Namun klaim itu belum direspons oleh Iran hingga saat ini.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di theweek.in

Program: Tribunnews Update
Host: Nila Irda
Editor Video: Ardrianto Satrio 
Uploader: bagus gema praditiya sukirman

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Reporter: Nila
Video Production: Ardrianto SatrioUtomo
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Amerika   #Iran   #Israel   #IDF

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved