Tribunnews Update
Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Dubes Iran: Ada Protokol yang Harus Dilalui
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengungkap kondisi terkini kapal-kapal di Selat Hormuz, termasuk milik Pertamina.
Ia menegaskan bahwa kapal masih harus melalui negosiasi dengan otoritas Iran karena ketegangan belum mereda.
Baca: AS-Iran Saling Tuduh Tak Hormati Gencatan Senjata, Kapal-kapal Tanker di Selat Hormuz Terhenti
Hal itu disampaikan Boroujerdi seusai peluncuran buku terkait Ali Khamenei di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
"Ada beberapa protokol yang harus dilalui terkait kapal-kapal yang hendak melewati Selat Hormuz, di antaranya adalah negosiasi dengan pihak keamanan Republik Islam Iran," ujar Boroujerdi.
Ia menegaskan, seluruh negara tanpa terkecuali wajib mengikuti prosedur tersebut karena kondisi kawasan belum normal.
Baca: AMBISI TRUMP! Sangat Yakin Blokade Selat Hormuz Segera Dibuka dan AS Siap Gandeng Negara Lain
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah menetapkan rute alternatif di Selat Hormuz untuk mengindari ranjau laut.
Namun demikian, pada Jumat (10/4/2026), Selat Hormuz belum dapat dibuka sepenuhnya.
Hal ini karena ranjau laut yang dipasang saat perang belum dapat dibersihkan total.
Baca: Trump Sebut Selat Hormuz akan Dibuka, Larangan Nuklir 99 Persen jadi Kunci Kesepakatan
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan bahwa Iran telah merespons positif permintaan Indonesia supaya kapal milik Pertamina dapat melintas dengan aman.
Menurut situs pelacak perjalanan kapal Vessel Finder per Sabtu (11/4/2026) sore, dua kapal tanker yang beroperasi untuk Pertamina masih berada di wilayah Teluk Persia.
Kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi.
Sementara Kapal Gamsunoro tercatat berada di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.
Baca: Risiko Ranjau Laut, Iran Ingatkan Kapal yang Lewati Selat Hormuz Tetap di Perairannya
Pembukaan Selat Hormuz menjadi salah satu syarat utama yang diajukan AS terhadap Iran.
Saat ini gencatan senjata dua minggu sedang berlaku dan delegasi dari kedua negara bertemu di Pakistan. (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Nasib Kapal Tanker RI di Selat Hormuz Belum Jelas, Dubes Iran: Perlu Komunikasi, Musuh Tak Diizinkan dan di Kompas.com dengan judul, Soal Kapal Pertamina di Selat Hormuz, Dubes Iran: Ada Protokol yang Harus Dilalui
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Tegar Melani
Sumber: Serambi Indonesia
Tribunnews Update
Iran Klaim AS Setuju Cairkan Aset Beku Rp 102 Triliun, Gedung Putih: Salah, Negosiasi Belum Dimulai
4 jam lalu
Tribunnews Update
Balas Serangan di Lebanon, Hizbullah Gempur Israel dengan Rudal di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran
5 jam lalu
Tribunnews Update
Prabowo Berangkat ke Rusia Minggu Ini, Dijadwalkan Bertemu Putin Bahas Energi hingga Geopolitik
6 jam lalu
Tribunnews Update
Suasana Terkini Jelang Negosiasi AS-Iran: Delegasi Tiba di Pakistan, Hotel Dijaga Super Ketat
6 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.