Selasa, 19 Mei 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Lebanon Jadi Kartu AS Gencatan Senjata AS-Iran, Ini Rahasia Besar di baliknya!

Sabtu, 11 April 2026 17:37 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran sempat memberi harapan meredanya konflik di Timur Tengah.

Namun kini justru berada di ambang kegagalan.

Penyebabnya adalah eskalasi serangan udara besar-besaran ke wilayah di Lebanon.

Hal itu memicu perdebatan serius mengenai kesepakatan damai tersebut.

Serangan pada Rabu (8/4/2026) menewaskan lebih dari 250 orang dan melukai lebih dari 1.000 lainnya.

Baca: Masa Depan Perang Israel dan Lebanon Bakal Ditentukan Selasa Depan, Tanda Perdamaian atau Cuma Polit

Menjadikannya salah satu hari paling berdarah dalam konflik terbaru di kawasan tersebut.

Banyak permukiman padat penduduk hancur dan fasilitas kesehatan kewalahan menangani lonjakan korban.

Ketua parlemen Lebanon, Nabih Berri, mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan perang.

Sebab serangan terjadi bertepatan dengan pengumuman gencatan senjata antara Washington dan Teheran.

Di sisi lain, Israel menyatakan operasi militernya ditujukan untuk merespons ancaman dari kelompok Hizbullah.

Alasan ini yang mendorong Iran untuk merespons situasi tersebut dengan langkah strategis.

Teheran menegaskan Lebanon merupakan bagian dari satu front konflik yang tidak dapat dipisahkan dari dinamika regional.

Sehingga serangan yang berlangsung dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap komitmen damai.

Baca: Gencatan Senjata Semu! Hujan Rudal Masih Melanda Timur Tengah Meski Amerika dan Iran Sepakat Damai

Mengutip dari Al Jazeera, Lebanon menjadi titik kunci dalam dinamika gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. 

Keberadaan Hizbullah menjadikan Lebanon sebagai “ujung tombak” pengaruh Iran di kawasan.

Sehingga setiap perkembangan di negara tersebut memiliki dampak langsung terhadap keseimbangan kekuatan regional.

Dalam konteks ini, Lebanon menjadi penentu keberhasilan atau kegagalan gencatan senjata.

Jika wilayah tersebut tidak dimasukkan dalam kesepakatan damai, maka operasi militer berpotensi terus berlangsung tanpa kendali.

Hubungan erat antara Teheran dan Hizbullah membuat Lebanon menjadi bagian penting dari strategi pertahanan Iran.

Baca: Donald Trump Tetap Optimis Kesepakatan Damai akan Tercapai meski Geram Sebut Iran Tidak Terhormat

 Menanggapi konflik Timur Tengah yang memanas, Presiden Donald Trump angkat suara.

Dirinya menegaskan sebenarnya Lebanon tidak termasuk dalam cakupan kesepakatan gencatan senjata.

Trump ungkap dirinya telah melakukan komunikasi langsung dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

AS meminta Israel untuk mengurangi intensitas serangan militer di Lebanon.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya meredam eskalasi konflik yang berpotensi mengganggu proses diplomasi.


(Tribun-Video.com)

Editor: Agilio OktoViasta
Video Production: Agilio OktoViasta
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved