Jumat, 5 Juni 2026

Mancanegara

Ternyata Ini Alasan Iran Turuti Trump Buka Selat Hormuz saat Gencatan Senjata, Takut Kharg Diserang?

Rabu, 8 April 2026 18:18 WIB
Sumber Lain

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Iran sepakat menuruti permintaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membuka Selat Hormuz selama gencatan senjata diterapkan.

Keputusan menyepakati gencatan senjata dan membuka Selat Hormuz itu diambil Iran setelah Amerika Serikat (AS) membombardir jantung industri minyak Iran, Pulau Kharg.

Seperti diketahui, Iran mengumumkan bakal membuka kembali Selat Hormuz seusai melakukan negosiasi dengan AS terkait kesepakatan gencatan senjata.

Pengumuman itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui akun X miliknya pada Rabu (8/4/2026).

Pembukaan Selat Hormuz itu dilakukan selama dua pekan, selama periode gencatan senjata berlangsung.

Araghchi mengatakan Iran bakal menghentikan serangan jika pihak lawan juga berhenti menyerang.

Sementara itu, di balik pembukaan kembali Selat Hormuz, Amerika Serikat telah menyerang pusat ekspor minyak utama Iran, yakni Pulau Kharg, sebanyak dua kali.

Baca: Ribuan Warga Iran Tunjukkan Kekompakan, Rantai Manusia di Pembangkit Listrik & Jembatan Lawan Trump

Baca: Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan Dipastikan Ilegal, Danlanal Mataram: Tak Ada Izin Kemhan

Pulau Kharg sendiri merupakan jantung industri minyak Iran, tempat penyimpanan dan pemuatan sebagian besar ekspor minyak mentahnya.

Tepat sehari sebelum gencatan senjata diumumkan, aset ekonomi paling strategis Iran itu diserang oleh AS.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menganggap bahwa dengan menargetkan Kharg, pihaknya bisa memaksa Iran melonggarkan cengkeramannya.

Sebab, serangan yang dilakukan AS terhadap Pulau Kharg sehari sebelum gencatan senjata membuat harga minyak melonjak tinggi.

Jika infrastruktur minyak Kharg rusak dalam serangan di masa mendatang, hal itu bisa membuat Iran mengurangi produksi minyaknya.

Dengan demikian, kondisi tersebut berpotensi mengurangi produksi minyak global hingga 1 juta barel per hari.

(*)

Artikel ini telah tayang dengan judul "Iran Agreed To Open Hormuz": Trump Pauses Strikes On Iran For 2 Weeks

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Yogi Putra Anggitatama
Sumber: Sumber Lain

Tags
   #Iran   #Selat Hormuz   #gencatan senjata   #Amerika

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved