Rabu, 8 April 2026

Mancanegara

Iran Tak Takut Meski Diancam Diratakan oleh AS hingga Ejek Trump Delusional

Selasa, 7 April 2026 20:32 WIB
Sumber Lain

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Iran menanggapi ancaman Presiden Amerika Serikat yang menyebut bakal meratakan negara tersebut setelah tenggat waktu pembukaan Selat Hormuz habis.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya justru mengejek Presiden AS itu dengan menyebutnya delusional.

Dilansir dari Al Jazeera pada Selasa (7/4/2026), Iran mengaku tidak takut meski diancam Trump bakal dikirim serangan besar-besaran.

Bahkan, Trump menyebut militernya bakal menyasar situs sipil seperti jembatan hingga pembangkit listrik di Iran.

Namun, menurut Iran, ancaman itu merupakan retorika sikap Trump yang kasar dan arogan.

Iran menilai ancaman yang dilontarkan Trump tidak berdasar.

Baca: Gempuran Rudal Iran ke Pangkalan AS Ali Al Salem Kuwait, 15 Tentara AS Sekarat, Gedung Hancur

Baca: Update Perang Timur Tengah: Bom Iran Diledakkan Jauh di Dalam Israel hingga Kegagalan Beruntun AS

Bahkan, Iran menyebut Trump delusional buntut mengancam bakal meratakan Iran hanya dalam waktu empat jam.

Jubir itu juga mengatakan bahwa ancaman Trump tersebut tidak mampu menutupi aib dan penghinaan yang dialami AS.

Adapun sebelumnya, Trump memberikan tenggat waktu 48 jam kepada Iran untuk segera membuka Selat Hormuz.

Trump mengancam bakal meratakan Iran jika sampai tenggat waktu habis Selat Hormuz belum dibuka.

Namun, hingga berita ini ditulis, Iran menanggapi ancaman tersebut dengan santai, bahkan justru mengejek Trump.

(*)

Artikel ini telah tayang dengan judul Under air strikes, Iran remains defiant on eve of Trump’s ceasefire deadline
 

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Yogi Putra Anggitatama
Sumber: Sumber Lain

Tags
   #Iran   #Trump   #Amerika   #Selat Hormuz

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved