Tribunnews Update
Debat Panas Hercules Vs Menteri Ara soal Lahan PT KAI di Tanah Abang: Negara Tak Boleh Kalah!
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, terlibat perdebatan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait terkait lahan kosong milik negara di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Perdebatan itu mencuat lantaran lahan tersebut selama ini dikuasai oleh organisasi masyarakat.
GRIB Jaya yang dipimpin Hercules diketahui mengelola sejumlah lahan di kawasan tersebut.
Padahal, lahan itu merupakan aset negara yang direncanakan untuk pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Lantas, Maruarar menegaskan bahwa tujuan pengambilalihan lahan adalah untuk kepentingan rakyat, bukan untuk pengembang.
Ia ingin memastikan lahan tersebut dimanfaatkan untuk program perumahan yang tepat sasaran.
Menanggapi hal itu, Hercules menjelaskan bahwa pihaknya hanya memiliki hak pengelolaan lahan atau HPL.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan tersebut tidak berarti kepemilikan atas lahan negara.
Hercules juga menyatakan bahwa pihaknya tidak berniat merebut atau menguasai aset negara secara permanen.
Ia bahkan mengaku siap menyerahkan lahan tersebut kepada pemerintah jika memang akan digunakan untuk pembangunan hunian rakyat.
Peristiwa ini terjadi di tengah upaya pemerintah mempercepat pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Polemik tersebut menarik perhatian publik karena tidak hanya menyangkut proyek pembangunan, tetapi juga penguasaan aset negara.
Situasi memanas ketika kedua tokoh itu terlibat adu argumen secara terbuka di lokasi.
Kronologi bermula saat Menteri Maruarar menggelar pertemuan dengan PT Kereta Api Indonesia untuk membahas pemanfaatan aset negara.
Dalam pertemuan itu dibahas rencana penggunaan lahan untuk pembangunan perumahan rakyat.
Namun, terungkap bahwa lahan tersebut selama ini dikuasai oleh organisasi masyarakat GRIB Jaya.
Hal tersebut memicu reaksi keras dari Maruarar yang menilai penguasaan itu tidak semestinya terjadi.
Ia kemudian memutuskan untuk turun langsung ke lokasi lahan di kawasan Tanah Abang.
Di lokasi itu, perdebatan antara Maruarar dan Hercules berlangsung di hadapan sejumlah pihak.
Maruarar menegaskan bahwa tujuan pemerintah adalah membangun hunian untuk rakyat, bukan untuk kepentingan bisnis.
Ia juga menekankan pentingnya negara hadir dalam mengelola aset strategis.
Sementara itu, Hercules mengakui bahwa lahan tersebut merupakan milik negara.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa pihaknya hanya memiliki hak pengelolaan lahan.
Hercules menegaskan tidak memiliki niat untuk menguasai secara permanen lahan tersebut.
Ia juga menyatakan kesiapannya untuk menyerahkan lahan kepada pemerintah jika dibutuhkan.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena memperlihatkan dinamika pengelolaan aset negara di lapangan.
Sebelumnya, Maruarar menyebut banyak lahan milik negara, termasuk aset PT Kereta Api Indonesia di wilayah Senen hingga Tanah Abang, dikuasai pihak lain.
Ia menegaskan pemerintah akan mengambil kembali lahan tersebut untuk dimanfaatkan sebagai perumahan rakyat dan kepentingan negara.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Hercules Debat dengan Menteri Maruarar Sirait, Berani Tantang Negara soal Lahan Kosong Tanah Abang
Reporter: Anggraheni WidyaWitari
Video Production: Muna Salsabila
Sumber: Tribun Medan
Tribunnews Update
Detik-detik Eksekusi 14 Rumah di Bone Ricuh, Warga & Aparat Bentrok hingga Lempar Batu dan Molotov
4 hari lalu
Terkini Daerah
Fortuner Dirusak Massa di Tanah Abang, Polisi Sebut Dipicu Cekcok Mulut Bukan Tabrak Lari
6 hari lalu
Tribunnews Update
Bukan Tabrak Lari, Polisi Ungkap Fakta Lain di Balik Mobil Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang
6 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.