Nasional
Viral Dugaan Pelecehan Seksual di Bus Koridor 1, Transjakarta Sampaikan Minta Maaf
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menyampaikan permohonan maaf dan keprihatinannya atas dugaan kasus pelecehan seksual yang dialami seorang penumpang perempuan di bus Koridor 1 rute Blok M-Kota.
Insiden itu viral di media sosial.
Pihak PT Transjakarta tidak akan menoleransi segala bentuk pelecehan dalam layanan transportasi publik.
"Kami menyampaikan keprihatinan mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Kami juga telah menghubungi korban secara langsung untuk menyampaikan simpati dan menawarkan dukungan penuh," ujar Kepala Departemen Humas & CSR TransJakarta, Ayu Wardhani saat dikonfirmasi, Selasa.
Transjakarta juga menelusuri dan mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV.
Transjakarta juga sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib.
Pengawasan petugas di armada dan halte Transjakarta terus diperketat guna memastikan rasa aman pelanggan.
"Kami mengimbau pelanggan untuk selalu waspada dan saling menjaga sesama pengguna," tutur Ayu.
"Jika melihat atau mengalami tindakan mencurigakan, segera lapor kepada petugas di lapangan atau hubungi call center 1500-102," tambah dia.
Baca: Gerobak Bakso Tiba-tiba Terbang! Detik-detik Puting Beliung di Bandung
Baca: Bom Iran Diledakkan Jauh di Dalam Wilayah Israel, Sejumlah Warga Disebut Terlibat Intelijen Teheran
Viral di media sosial
Sebelumnya, seorang perempuan diduga mengalami pelecehan seksual saat berada di dalam bus TransJakarta yang padat penumpang.
Pengalaman tak mengenakkan itu dibagikan oleh akun TikTok @sarahisinacastle dan viral di media sosial.
Dalam postingannya itu, ia mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 07.30 WIB di koridor 1 rute Dukuh Atas menuju Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
Kala itu, tulis dia, dirinya berdiri di dekat pintu kedua sisi kiri karena kondisi bus yang penuh.
"Saya naik TransJakarta Koridor 1 dari Dukuh Atas. Busnya sangat penuh, dan saya berdiri di depan pintu kedua di sisi kiri," tulisnya.
Awalnya masih terdapat ruang di antara dirinya dan seorang pria yang diduga pelaku.
Akan tetapi, pelaku perlahan mendekat sampai membuatnya merasa tak nyaman.
"Di belakang saya ada seorang pria. Awalnya masih ada cukup ruang untuk kami berdua, tetapi saat bus mulai berjalan, dia terus mendekat ke arah saya. Perjalanan sebenarnya cukup mulus, tidak ada pengereman mendadak, jadi seharusnya tidak sulit untuk tetap menjaga posisi," lanjutnya.
Namun, pelaku ternyata semakin mendekat sampai wajahnya berada di samping kepalanya.
Korban sempat mencoba bergeser, tetapi pelaku tetap menekannya.
"Sayangnya, saya terjepit di antara sekat kaca dan dia, sehingga tidak bisa banyak bergerak. Dia semakin mendekat sampai wajahnya berada tepat di samping kepala saya, yang membuat saya sangat tidak nyaman. Saya sempat mencoba bergeser sedikit ke kanan untuk memberi jarak, tetapi dia tetap menekan ke arah saya," jelasnya.
Situasi memuncak ketika bus hampir tiba di kawasan Polda Metro Jaya.
Merasa kesal, korban langsung berteriak dan berusaha menarik pelaku agar dibawa ke petugas.
"Saat bus hampir tiba di Polda Metro Jaya, dia tiba-tiba meletakkan tangannya di bagian kanan bokong saya. Saat itu saya sudah kehilangan kesabaran. Saya berteriak dan menarik bajunya untuk membawanya ke petugas TransJakarta," lanjutnya.
Namun, karena kondisi yang tidak memungkinkan, pelaku berhasil melarikan diri.
"Sayangnya, saat itu hanya ada satu petugas perempuan, dan saya sedang membawa tiga tas, sehingga saya tidak bisa menahannya lebih lama. Dia pun langsung melarikan diri," katanya.
Meski demikian, korban sempat merekam wajah pelaku sebelum melarikan diri.
Tak lama kemudian, seorang petugas TransJakarta datang dan memberikan bantuan.
Korban berharap kejadian ini dapat menjadi perhatian agar keamanan di dalam armada lebih ditingkatkan, terutama saat jam sibuk.
"Untungnya, saya sempat merekamnya. Tidak lama kemudian, seorang petugas TransJakarta laki-laki datang dan membantu saya. Tolong sebarkan ini kepada penumpang TransJakarta lainnya, karena ternyata dia sering naik tanpa melakukan tap kartu. Saat ini saya baik-baik saja, tetapi saya harap hal ini harus ditindak. Hal seperti ini tidak boleh dianggap normal," tutupnya
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Transjakarta Minta Maaf Usai Dugaan Pelecehan Viral di Halte Dukuh Atas, Pelaku Dilacak via CCTV
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: TribunJakarta
Viral News
VIRAL NARASI PERANG AGAMA di Halmahera Tengah, Kapolda Malut Pastikan Bukan Konflik SARA
Selasa, 7 April 2026
LIVE UPDATE
15 Tentara AS Dilaporkan Terluka usai Serangan Drone Iran ke Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait
Selasa, 7 April 2026
LIVE UPDATE
Imbas Hujan Ekstrem di Kota Bengkulu, Tercatat 8 Kecamatan Terendam Banjir: 10.868 Jiwa Terdampak
Selasa, 7 April 2026
LIVE UPDATE
Imbas Kereta Api Anjlok di Brebes, Penumpang Kereta Diturunkan Cirebon dan Lanjut Naik Bus
Selasa, 7 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.