Senin, 27 April 2026

Mancanegara

IRAN KLAIM GAGALKAN MISI PENYELAMATAN AS, Washington Tegaskan Operasi Sukses

Senin, 6 April 2026 09:26 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah kedua pihak menyampaikan klaim yang saling bertentangan terkait sebuah operasi militer di wilayah Isfahan, Iran.

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, pada Minggu menyatakan bahwa militer Iran telah “sepenuhnya menggagalkan” operasi penyelamatan berisiko tinggi yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat.

Ia mengklaim bahwa operasi tersebut merupakan upaya penyelamatan pilot yang jatuh di selatan Isfahan.

Menurut Zolfaghari, pasukan Iran telah lebih dahulu memperoleh informasi intelijen sehingga mampu menyergap tim penyelamat.

Ia juga menuduh bahwa dalam insiden tersebut, sejumlah aset militer Amerika Serikat berhasil dihancurkan, termasuk pesawat angkut C-130 Hercules dan helikopter UH-60 Black Hawk.

Baca: Netanyahu Klaim Gempur Pabrik Petrokimia Iran, Sesumbar 70 Persen Produksi Baja Teheran Hancur

Lebih lanjut, pihak Iran menyebut operasi tersebut sebagai upaya yang gagal dan menuding pemerintah Amerika Serikat berusaha menutupi kekalahan melalui perang informasi.

Namun, klaim tersebut dibantah oleh pihak Amerika Serikat. Gedung Putih menyatakan bahwa misi penyelamatan terhadap awak pesawat tempur F-15E Strike Eagle yang jatuh justru berhasil dilaksanakan.

Seorang anggota kru dilaporkan berhasil diselamatkan setelah sempat berada di wilayah musuh selama 48 jam, sementara satu awak lainnya ditemukan lebih awal.

Pemerintah AS juga mengakui bahwa beberapa peralatan militer mereka dihancurkan sendiri untuk mencegah jatuh ke tangan pihak Iran, namun menegaskan seluruh personel berhasil kembali dengan selamat.

Baca: Menhan Israel Sesumbar IDF Bakal Membunuh Pemimpin Iran Jika Serangan Rudal Terus Berlanjut

Di sisi lain, otoritas lokal Iran dilaporkan sempat menawarkan imbalan bagi pihak yang dapat menangkap pilot Amerika tersebut.

Peristiwa ini disebut sebagai bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas antara kedua negara, yang sebelumnya dipicu oleh operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran.

Selain itu, ketegangan yang terus meningkat juga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan, termasuk potensi gangguan di jalur strategis energi global seperti Selat Hormuz.

Hingga kini, belum ada konfirmasi independen yang dapat memverifikasi klaim dari kedua belah pihak.

(*)

# Washington # IRAN # Amerika Serikat # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Untung
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved