Minggu, 26 April 2026

Tribunnews Update

Terancam Rudal Nuklir Korut & China, AS Hidupkan Lagi Pangkalan PD II yang Jadi Markas Bom Atom

Selasa, 31 Maret 2026 11:40 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Di tengah konflik panjang AS dengan Iran di Timur Tengah, Washington kembali menghidupkan pangkalan perang dunia II.

Langkah ini dilakukan AS untuk memperkuat pertahanan atas tekanan dari China di kawasan.

Baca: 70 Target Israel dan Pangkalan AS Dibombardir Tanpa Ampun, Kapal Nuklir hingga Jet Tempur Mundur

Landasan udara tersebut dulunya dibangun di pulau-pulau terpencil Pasifik untuk menyerang Jepang pada fase akhir Perang Dunia II.

Kini, pusat landasan tersebut mulai diperbaiki kembali.

Dari laporan DW, Senin (30/3/2026), Analis menilai, proyek ini bertujuan memberikan opsi tambahan bagi Angkatan Udara AS.

Baca: Dalam Sehari Iran Berhasil Serang Kapal Nuklir, Jet F-15 hingga Pangkalan AS! 2.000 Drone Tempur

Sehingga tak lagi bergantung pada pangkalan utama seperti Andersen di Guam dan Kadena di Okinawa Jepang.

Sejak 2023, insinyur AS memperbarui empat landasan pacu sepanjang 2.400 meter di North Field, Pulau Tinian.

Dari lokasi inilah pesawat pengebom B-29 Superfortress Enola Gay lepas landas untuk menjatuhkan bom atom pertama di Hiroshima pada 6 Agustus 1945.

Pesawat B-29 lain juga lepas landas dan melancarkan bom kedua di Nagasaki.

Pangkalan ini dulunya dikenal sebagai pangkalan tersibuk di dunia.

Baca: Rangkuman Konflik Timur Tengah: AS Mendadak Cek Kapal Nuklir, Iran Ancam Bom Pangkalan di Persia

Namun pangkalan ini ditinggalkan pada 1947 dan sebagian besar menjadi hutan.

"Sepuluh tahun lalu, AS sangat fokus meninjau ulang pangkalan militernya di Timur Tengah,” kata Garren Mulloy, profesor hubungan internasional di Daito Bunka University sekaligus pakar militer. 

"Mereka kini menyadari betapa rentannya landasan udara dan infrastruktur terkait terhadap potensi serangan," ujarnya kepada DW.

Baca: Rangkuman Konflik AS-Iran: Rusia Siap Evakuasi Warga dari Fasilitas Nuklir, Pangkalan AS Terancam

Kesiagaan AS ini juga dilaporkan karena ketakutannya akan kekuatan musuh.

Misalnya Korea Utara yang telah mengumumkan rencananya pada 2017 akan menggunakan rudal balistik Hwasong-12.

Rudal balistik ini mampu membawa hulu ledak nuklir untuk menyerang wilayah sekitar Guam.

Baca: LIVE: Drone Iran Hantam Pangkalan Militer Taji Milik AS di Irak, Balasan untuk Situs Nuklir Teheran

Rudal tersebut diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 4.500 kilometer, sehingga Pangkalan Udara Andersen berada dalam jangkauannya.

Ditambah, China juga kerap menguji klaim maritim di Pasifik bagian utara.

Beijing juga rutin menggelar latihan militer berskala besar yang menjadi tanda kendali China diperkuat.

Baca: Ali Khamenei Ngamuk! Ancam Trump imbas Serangan ke Situs Nuklir, Pangkalan Militer AS Jadi Sasaran

Beijing juga mengklaim sebagian besar Laut China Selatan sebagai wilayahnya, meskipun klaim tersebut telah ditolak oleh tribunal internasional pada 2016. (Tribun-Video.com)

Baca juga berita terkait di sini

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Nila
Video Production: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved