Tribunnews Update
Terancam Rudal Nuklir Korut & China, AS Hidupkan Lagi Pangkalan PD II yang Jadi Markas Bom Atom
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Di tengah konflik panjang AS dengan Iran di Timur Tengah, Washington kembali menghidupkan pangkalan perang dunia II.
Langkah ini dilakukan AS untuk memperkuat pertahanan atas tekanan dari China di kawasan.
Baca: 70 Target Israel dan Pangkalan AS Dibombardir Tanpa Ampun, Kapal Nuklir hingga Jet Tempur Mundur
Landasan udara tersebut dulunya dibangun di pulau-pulau terpencil Pasifik untuk menyerang Jepang pada fase akhir Perang Dunia II.
Kini, pusat landasan tersebut mulai diperbaiki kembali.
Dari laporan DW, Senin (30/3/2026), Analis menilai, proyek ini bertujuan memberikan opsi tambahan bagi Angkatan Udara AS.
Baca: Dalam Sehari Iran Berhasil Serang Kapal Nuklir, Jet F-15 hingga Pangkalan AS! 2.000 Drone Tempur
Sehingga tak lagi bergantung pada pangkalan utama seperti Andersen di Guam dan Kadena di Okinawa Jepang.
Sejak 2023, insinyur AS memperbarui empat landasan pacu sepanjang 2.400 meter di North Field, Pulau Tinian.
Dari lokasi inilah pesawat pengebom B-29 Superfortress Enola Gay lepas landas untuk menjatuhkan bom atom pertama di Hiroshima pada 6 Agustus 1945.
Pesawat B-29 lain juga lepas landas dan melancarkan bom kedua di Nagasaki.
Pangkalan ini dulunya dikenal sebagai pangkalan tersibuk di dunia.
Baca: Rangkuman Konflik Timur Tengah: AS Mendadak Cek Kapal Nuklir, Iran Ancam Bom Pangkalan di Persia
Namun pangkalan ini ditinggalkan pada 1947 dan sebagian besar menjadi hutan.
"Sepuluh tahun lalu, AS sangat fokus meninjau ulang pangkalan militernya di Timur Tengah,” kata Garren Mulloy, profesor hubungan internasional di Daito Bunka University sekaligus pakar militer.
"Mereka kini menyadari betapa rentannya landasan udara dan infrastruktur terkait terhadap potensi serangan," ujarnya kepada DW.
Baca: Rangkuman Konflik AS-Iran: Rusia Siap Evakuasi Warga dari Fasilitas Nuklir, Pangkalan AS Terancam
Kesiagaan AS ini juga dilaporkan karena ketakutannya akan kekuatan musuh.
Misalnya Korea Utara yang telah mengumumkan rencananya pada 2017 akan menggunakan rudal balistik Hwasong-12.
Rudal balistik ini mampu membawa hulu ledak nuklir untuk menyerang wilayah sekitar Guam.
Baca: LIVE: Drone Iran Hantam Pangkalan Militer Taji Milik AS di Irak, Balasan untuk Situs Nuklir Teheran
Rudal tersebut diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 4.500 kilometer, sehingga Pangkalan Udara Andersen berada dalam jangkauannya.
Ditambah, China juga kerap menguji klaim maritim di Pasifik bagian utara.
Beijing juga rutin menggelar latihan militer berskala besar yang menjadi tanda kendali China diperkuat.
Baca: Ali Khamenei Ngamuk! Ancam Trump imbas Serangan ke Situs Nuklir, Pangkalan Militer AS Jadi Sasaran
Beijing juga mengklaim sebagian besar Laut China Selatan sebagai wilayahnya, meskipun klaim tersebut telah ditolak oleh tribunal internasional pada 2016. (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkait di sini
Reporter: Nila
Video Production: Ni'amu Shoim Assari Alfani
Sumber: Tribun Video
Tribun Video Update
Rudal Hipersonik China & Rusia Bisa Tembus Perisai AS, Memaksanya Percepat Pengembangan Golden Dome
2 hari lalu
Tribunnews Update
Menlu RI Apresiasi Keberanian 9 WNI yang Ditangkap Israel Saat Jalankan Misi Kemanusiaan untuk Gaza
2 hari lalu
Tribunnews Update
Ferdy Sambo Diizinkan Kuliah S2 dari Penjara, Menkum Sebut Itu Hak Narapidana
2 hari lalu
Tribunnews Update
Dirut Terra Drone Divonis 1,4 Tahun Penjara Buntut Kebakaran Gedung yang Tewaskan 22 Karyawan
2 hari lalu
Tribun Video Update
Hizbullah Paksa Pasukan Israel Mundur dari Hadatha, Bentrokan hinggaa Drone FPV Lukai Perwira Senior
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.