Mancanegara
Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Ancaman Harga Minyak Naik dan Bebani APBN
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pasokan energi untuk Indonesia jadi persoalan sebab kapal Pertamina belum diizinkan melintas di Selat Hormuz buntut perang Amerika-Israel dengan Iran.
Pengamat Hubungan Internasional FISIP Unsoed Purwokerto, Agus Haryanto mengatakan kondisi tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap pasokan energi dunia termasuk Indonesia.
"Soal pasokan energi tentu jadi persoalan," kata saat dihubungi, Sabtu (28/3/2026).
Meski demikian, ia meyakini pemerintah telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dampak tersebut, termasuk mencari sumber pasokan energi alternatif.
Agus menilai kepentingan strategis yang paling terdampak dari situasi ini adalah potensi lonjakan harga minyak dunia yang bisa menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca: Iran Rilis Video Penghancuran AS One Vengeance For All, Strategi Iran Serang AS Lewat Visual AI
"Kepentingan strategis yang terganggu adalah harga minyak yang melambung dan akan menekan APBN kita," ujarnya.
Ia menjelaskan, tekanan terhadap APBN berpotensi membuat ruang anggaran pemerintah di dalam negeri menjadi semakin sempit.
"Ini akan merembet pada persoalan sempitnya ruang anggaran di dalam negeri," katanya.
Selain itu, Agus juga menilai situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah dapat memengaruhi arah kebijakan luar negeri Indonesia ke depan, khususnya pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca: Mencekam! Iran Pamer Video Drone Incar Tel Aviv, Rekaman Peluncuran Dirilis di Tengah Konflik
"Dari sisi geopolitik, situasi ini akan membuat Indonesia di masa pemerintahan Prabowo untuk mereview ulang arah kebijakan luar negeri ke depan," ucapnya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan proses mengevakuasi kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) yang tertahan di Selat Hormuz tidak mudah dilakukan.
Ia menjelaskan upaya mengeluarkan kapal tersebut menghadapi kendala karena situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih bergejolak.
Meski begitu, pemerintah terus menjalin komunikasi secara intensif dengan berbagai pihak agar kapal tanker Pertamina dapat segera keluar dari jalur strategis pengiriman minyak dunia tersebut dengan aman.
“Kita masih komunikasi terus. Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz, tapi komunikasi terus kita bangun,” ujar Bahlil usai rapat di Kemenko Perekonomian, Jumat (27/3/2026).
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Pengamat: Harga Minyak Akan Melambung dan Menekan APBN
# Kapal # Pertamina # Selat Hormuz # Minyak # APBN #
Video Production: Sekar KinasihBambang
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Spanyol Desak China Turun Tangan Hadapi Blokade AS di Selat Hormuz: Negara Lain Sangat Sulit
4 menit lalu
Berita Terkini
Perundingan dengan AS Gagal, Iran Nyatakan Siap Lanjutkan Operasi Militer
8 menit lalu
Berita Terkini
Netanyahu Sebut Moral Eropa Lemah usai Inggris Tolak Dukung AS Blokade Selat Hormuz
17 menit lalu
Berita Terkini
Ketegangan Meningkat, Iran Berlakukan Aturan "Bayar Tol" bagi Kapal di Selat Hormuz
20 menit lalu
Berita Terkini
Selat Hormuz bak "Lautan Mati" usai AS Berlakukan Blokade Total Imbas Gagalnya Negosiasi
50 menit lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.