Jumat, 24 April 2026

Viral News

DAPUR MBG Hendrik Ditutup setelah Viral Ungkap Insentif Harian, Klaim Tak Pernah Dikomplain

Rabu, 25 Maret 2026 17:15 WIB
Tribun Jabar

Laporan Reporter Tribunjabar.id Rahmat Kurniawan

TRIBUN-VIDEO.COM, BANDUNG BARAT - SPPG Pangauban di Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi diberhentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Hal itu dikonfirmasi langsung Hendrik Irawan selaku Mitra SPPG Pangauban.

"SPPG kami diberhentikan sementara oleh Ibu Nanik (Wakil Kepala BGN)," kata Hendrik, Rabu (25/3/2026).

Hendrik meminta maaf atas unggahan konten di media sosial hingga membuat gaduh publik.

Dia mengaku tak menyangka kegaduhan tersebut berujung pada penghentian operasional SPPG dan mengaku membuat sejumlah pelanggaran protokol.

"Saya merasa kaget, permasalahan ini menjadi besar, memang ada kesalahan saya, tidak mematuhi protokol, nge-dance di ruangan, saya tidak menyangka akan seviral ini. Saya minta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat," ujarnya.

Di sisi lain, Hendrik memikirkan nasib relawan yang selama ini telah giat dan bekerja dengan baik di SPPG.

Dia menegaskan, selama ini, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuguhkan tidak pernah mendapatkan komplain berarti bahkan kerap mendapatkan apresiasi positif dari penerima manfaat.

"Saya prihatin bagaimana nasib relawan saya yang benar-benar semangat, apalagi ini habis Lebaran, saya merasa sedih. Dari pertama kami running, alhamdulillah tidak pernah ada komplain yang besar. Komplain pasti ada, tapi menu kami jaga, dapur kami jaga," tandasnya.

Baca: Mitra MBG Viral Curhat Belum Balik Modal walau Cuan Rp6 Juta, Bangun SPPG Rp3,5 M

Awal Mula Viral

Jagat media sosial tengah diramaikan oleh beredarnya rekaman video seorang pria yang diketahui sebagai pemilik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Sosok tersebut belakangan menjadi perbincangan luas setelah aksinya dalam video itu menarik perhatian publik.

Pria bernama Hendrik Irawan itu mendadak dikenal karena tampil berjoget dengan ekspresi penuh kegembiraan. Aksinya itu kemudian menyebar cepat dan menjadi bahan diskusi di berbagai platform digital.

Dalam salah satu interaksinya dengan pengguna media sosial, Hendrik mengungkapkan bahwa dari keterlibatannya di program MBG, ia memperoleh pemasukan berupa insentif yang mencapai Rp 6 juta setiap harinya. Pernyataan tersebut sontak memantik beragam respons.

Rekaman yang menampilkan dirinya berjoget sambil menyebut angka insentif tersebut kemudian memicu perdebatan. Tidak sedikit warganet yang menilai tindakannya terkesan kurang peka terhadap polemik yang tengah mengiringi program MBG.

Situasi semakin berkembang setelah video itu tersebar luas. Hendrik justru menyatakan keberatan atas penyebaran ulang kontennya yang dilakukan tanpa persetujuan.

Tak berhenti di situ, ia mengambil langkah hukum dengan melaporkan sejumlah akun media sosial ke Polres Cimahi terkait peredaran video yang membuat namanya viral tersebut.

Baca: Viral Pengakuan Mengejutkan Pelaku Pembunuhan Dokter di Gayo Lues, Niat Mencuri Berujung Tragis

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Buntut Konten Joget MBG, BGN Berhentikan SPPG Pangauban: Hendrik Irawan Minta Maaf ke Presiden

Editor: Erwin Joko Prasetyo
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribun Jabar

Tags
   #MBG   #SPPG   #Batujajar   #Kabupaten Bandung Barat   #joget   #viral

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved