Sabtu, 11 April 2026

Viral

Hendrik Irawan Siap Diaudit! Klaim Bangun Unit SPPG Rp3,5 M Pakai Uang Sendiri

Rabu, 25 Maret 2026 07:49 WIB
TribunJakarta

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Sosok Hendrik Irawan kembali mengurai curhatan setelah dirinya ramai dihujat netizen akibat unggahan video yang menunjukkan penerimaan insentif Rp6 juta per hari dari pengelolaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di wilayah Cimahi tersebut menegaskan bahwa dirinya belum balik modal meski mendapatkan penghasilan jutaan rupiah setiap harinya. Hendrik pun secara terbuka memperlihatkan kondisi fasilitas SPPG miliknya yang terlihat megah.

Diakui Hendrik, fasilitas SPPG tersebut dibangun murni menggunakan uang pribadinya dengan nilai investasi mencapai Rp3,5 miliar. Langkah berani ini ia ambil demi menunjang program nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI sebelum adanya bantuan resmi dari pemerintah.

"Saya buatnya (unit SPPG) sampai Rp3,5 miliar, jadi dari bapak presiden menghargai, akhirnya dibangunlah SPPG yang awalnya modal saya. Ini kitchen-kitchen aku bikin semua sendiri," ungkap Hendrik Irawan melalui unggahan di akun media sosialnya.

Baca: Filipina Jadi Negara Pertama Tetapkan Status Darurat Energi Nasional Imbas Perang AS-Iran

Terkait dengan penghasilan Rp6 juta per hari yang menjadi polemik, Hendrik menjelaskan bahwa insentif tersebut bukan hanya diterima oleh dirinya saja. Seluruh mitra yang bergabung dalam program nasional tersebut berhak menerima dana sesuai dengan ketentuan untuk mengganti biaya operasional dan bangunan yang telah dibuat secara mandiri.

Menanggapi kecurigaan publik, Hendrik menyatakan kesiapannya untuk diaudit secara transparan guna mempertanggungjawabkan segala aset SPPG yang dimilikinya saat ini. Ia menegaskan bahwa dana insentif tersebut merupakan hak resmi mitra sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Meski kini menjadi sasaran perundungan netizen, Hendrik mengaku tetap santai dan memilih untuk tidak meladeni caci maki di dunia maya. Ia merasa tidak melakukan kesalahan karena seluruh proses pembangunan SPPG dilakukan dengan prosedur yang benar dan modal yang nyata dari kocek pribadi.

Namun, Hendrik juga menegaskan akan membawa masalah ini ke ranah hukum bagi pihak-pihak yang menyebarkan videonya tanpa izin disertai narasi negatif. Ia telah mendatangi Polres Cimahi untuk melaporkan sejumlah akun media sosial yang dinilai telah melakukan pencemaran nama baik secara masif terkait pengelolaan SPPG tersebut.

(Tribun-Video.com/TribunJakarta.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Lulu Adzizah F
Sumber: TribunJakarta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved