Senin, 20 April 2026

LIVE UPDATE

Terekam CCTV, Gerak-gerik Mencurigakan Eks Suami Cucu Mpok Nori Terungkap Jelang Tragedi Berdarah

Senin, 23 Maret 2026 15:05 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Rekaman kamera pengawas atau CCTV menjadi kunci awal dalam mengungkap kasus pembunuhan tragis yang menimpa Dewhinta Anggary di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Korban diketahui merupakan cucu dari seniman legendaris Betawi, Mpok Nori.

Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas pergerakan pelaku yang diduga telah merencanakan aksinya sejak dini hari.

Sosok pelaku, RFTJ alias FD (49), yang merupakan mantan suami korban, terekam beberapa kali melintas di sekitar kontrakan Dewhinta di Jalan Daman I.

Baca: Detik-detik Penangkapan Pembunuh Cucu Mpok Nori di Tol Merak, Pelaku Hendak Kabur ke Sumatera

 Ia tidak sekadar lewat, melainkan berulang kali memantau situasi sebelum akhirnya masuk ke rumah korban, sehingga menguatkan dugaan bahwa aksi ini telah dirancang sebelumnya.

Dalam rekaman itu pula, pelaku sempat kembali ke lokasi dengan membawa sejumlah barang yang diduga digunakan dalam aksi kejahatan.

Keterangan keluarga korban turut memperjelas kronologi. 

Kakak korban, Dian Puspitasari, menyebut pelaku terlihat bolak-balik menggunakan sepeda motor, bahkan sempat datang dengan membawa karpet, gagang pacul, dan lakban.

Dalam CCTV, pelaku pertama kali terlihat datang sekitar pukul 00.03 WIB dengan membawa senjata tajam.

Baca: CCTV Rekam Detik-detik Pembunuhan Cucu Mpok Nori, Gerak-gerik Pelaku Intai Korban sebelum Beraksi

 Beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 00.09 WIB, ia keluar dari rumah korban dengan kondisi berbeda, termasuk pakaian yang dikenakannya, sebagaimana disampaikan Dian.

Usai kejadian, barang bukti berupa pisau yang diduga digunakan untuk menghabisi korban sempat disembunyikan di kontrakan pelaku, sebelum akhirnya ditemukan oleh pihak kepolisian sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Sebelum pembunuhan terjadi, warga sekitar juga sempat melihat adanya cekcok antara pelaku dan korban pada Kamis malam, yang diduga menjadi pemicu aksi kekerasan tersebut.

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atas kasur kamar kontrakannya, dengan luka sayatan di bagian leher dan darah yang menggenang di sekitar lokasi.

Penemuan jasad bermula saat ibu dan adik korban mencoba membangunkannya pada Sabtu dini hari.

Baca: Polisi Ungkap Motif WNA Irak Bunuh Cucu Mpok Nori, Diduga Sakit Hati dan Cemburu Buta Picu Tragedi

 Karena tidak ada respons, sang adik masuk melalui jendela yang terbuka dan mendapati korban telah meninggal dunia.

Pihak kepolisian kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku yang sempat terdeteksi berada di kawasan Puncak, Bogor.

Pelaku yang berstatus warga negara asing itu diduga hendak melarikan diri keluar kota.

Upaya pelarian tersebut berhasil digagalkan setelah tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap pelaku di ruas tol arah Merak, Banten, pada Sabtu siang sekitar pukul 13.30 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edi Handoko, menyebut pelaku diduga berniat melarikan diri dan masih kesulitan berbahasa Indonesia.

Saat ini, pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Di balik peristiwa tragis ini, keluarga mengenang korban sebagai sosok yang lembut, penyayang, dan selalu mengalah.

Menurut Dian, Dewhinta dikenal murah senyum dan sangat mencintai keluarganya, terutama anak-anak.

Diketahui, korban dan pelaku telah berpisah sejak awal Februari 2026. Namun, pelaku diduga masih kerap memantau korban serta menunjukkan sikap cemburu dan posesif.

Keluarga berharap proses hukum berjalan adil, sekaligus meminta publik menghentikan penyebaran foto jenazah korban yang dinilai menyakiti perasaan mereka. (*)

Editor: Agilio OktoViasta
Reporter: Rima Anggi Pratiwi
Video Production: Agilio OktoViasta
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved