Kamis, 30 April 2026

Mancanegara

Ultimatum 48 Jam! Donald Trump Ancam Hancurkan Energi Iran jika Hormuz Tak Dibuka

Minggu, 22 Maret 2026 19:18 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.

Melalui pernyataannya, Trump menuntut Iran segera membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

Jika tidak, Amerika Serikat mengancam akan menyerang dan menghancurkan fasilitas energi penting milik Iran.

“Jika Iran tidak sepenuhnya membuka, tanpa ancaman, Selat Hormuz, dalam waktu 48 JAM dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai PLTU mereka,” tulis Trump, mengutip dari Al Jazeera. Minggu (22/3/2026).

Ultimatum ini muncul setelah Iran dituduh memblokade jalur pelayaran vital tersebut, yang menjadi jalur sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.

Akibatnya, lalu lintas kapal terganggu, harga minyak melonjak, dan pasar global ikut tertekan.

Baca: Iran Murka! Balas Serangan Situs Nuklir Natanz! Bombardir Kota Arad dan Tewaskan 8 Warga Israel

Di sisi lain, Iran membantah menutup total jalur tersebut, namun membatasi akses bagi Amerika Serikat dan sekutunya.

Kebijakan ini justru memperparah ketegangan karena dianggap melanggar kebebasan navigasi internasional.

Menanggapi ancaman tersebut, militer Iran memperingatkan akan melakukan serangan balasan jika fasilitas mereka diserang.

Targetnya disebut mencakup aset milik AS di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini menandai eskalasi serius dan membuka kemungkinan konflik yang lebih luas.
Jika tidak segera mereda, krisis di Selat Hormuz berpotensi memicu dampak besar bagi stabilitas ekonomi dan keamanan global.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Trump Ngamuk, Ancam Hancurkan Energi Iran Jika Selat Hormuz Tak Dibuka dalam Waktu 48 Jam

# donald trump # iran # Selat Hormuz # amerika serikat

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Arie Setyaga Handika
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved