Selasa, 14 April 2026

Mancanegara

Lima Juta Warga Israel Bersembunyi dalam Bunker Akibat Hujan Rudal Balistik Iran

Jumat, 20 Maret 2026 13:39 WIB
Serambi Indonesia

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Iran mengklaim lebih dari 5 juta pemukim di wilayah Israel kini terpaksa hidup di dalam bunker setelah gelombang serangan rudal besar-besaran dilancarkan sejak Kamis subuh.

Serangan tersebut merupakan bagian dari Gelombang ke-64 Operasi True Promise, yang menurut pejabat Teheran menyasar target-target strategis, mulai dari Bandara Ben Gurion hingga pangkalan militer di Haifa dan Rishon LeZion.

Iran menyebut operasi ini menggunakan sistem rudal canggih seperti Qadr, Emad, Kheibar Shekan, dan Khorramshahr, yang diklaim berhasil menghantam seluruh target yang telah ditentukan.

Tak hanya itu, sumber Iran juga menyatakan bahwa Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Teluk Persia turut menjadi sasaran rudal jarak menengah dalam eskalasi terbaru ini.

Akibat rentetan serangan tersebut, kehidupan di Israel disebut berubah drastis. Pihak Iran menggambarkan jutaan warga kini “terkurung” di tempat perlindungan bawah tanah, dengan aktivitas sehari-hari yang sangat terbatas.

Di sisi lain, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengklaim berhasil menggagalkan upaya pengintaian Israel dengan mencegat sejumlah drone canggih jenis Heron dan Harop di wilayah Teheran dan Karaj.

Baca: Jet Tempur Siluman F-35 AS Mendarat Darurat Usai Ditembak Amunisi Iran, Jadi Insiden Rusak Pertama

Secara terpisah, Angkatan Darat Iran juga mengonfirmasi peluncuran serangan drone yang menargetkan sejumlah fasilitas penting Israel, termasuk pusat keamanan dalam negeri di al-Quds (Yerusalem Timur), stasiun televisi Channel 13 di Tel Aviv, serta instalasi militer di pangkalan Ar’ar yang berada dekat perbatasan Lebanon dan Suriah.

Iran menilai target-target tersebut memiliki peran penting dalam operasi militer dan perang informasi melawan Teheran.

Sementara itu, juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbia, Kolonel Ibrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa Iran sebenarnya tidak berniat memperluas konflik ke sektor energi atau merugikan negara-negara tetangga.

Baca: Peringatan Abbas Araghchi! Iran Ancam Balasan Brutal Jika AS dan Israel Kembali Mengusik Aset Vital

Namun, ia memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur vital Iran akan dibalas dengan kekuatan yang lebih besar.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada Gelombang ke-63 sebelumnya, Iran telah menyerang fasilitas energi yang terkait dengan Amerika Serikat sebagai bentuk respons langsung atas serangan terhadap infrastruktur energi Iran.

Bahkan, dalam perkembangan terbaru, Angkatan Laut IRGC dilaporkan menyerang pangkalan militer utama AS di kawasan, termasuk pangkalan Mena Salman di Bahrain dan fasilitas militer di Kuwait. Serangan tersebut disebut menghantam tangki bahan bakar, radar, hingga infrastruktur logistik penting.

Iran menegaskan, operasi militer masih terus berlangsung dan dapat meningkat sewaktu-waktu, terutama jika serangan terhadap wilayahnya kembali terjadi.

Situasi ini menandai eskalasi serius konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang berpotensi memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah.

(*)

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Dihujani Rudal Iran tak Henti, 5 Juta Warga Israel Terpaksa Nginap di Bunker

# Warga Israel # Bunker # Hujan # Rudal Balistik # Iran # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Serambi Indonesia

Tags
   #warga Israel   #Bunker   #hujan   #Rudal balistik   #Iran

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved