Konflik Timur Tengah
Trump Perang 'Sendirian', Uni Eropa Tolak Ajakan Kirim Armada Militer ke Selat Hormuz
TRIBUN-VIDEO.COM - Sejumlah negara anggota Uni Eropa (UE) secara resmi menolak seruan dari Amerika Serikat (AS) untuk mengerahkan kekuatan angkatan laut ke Selat Hormuz.
Melansir laporan Anadolu Ajansi, negara-negara tersebut menegaskan tidak memiliki niat untuk terlibat secara militer dalam konflik yang terus meningkat dengan Iran.
Adapun kebijakan ini diduga disepakati pascapertemuan para menteri luar negeri UE di Brussel.
Hal ini ditegaskan oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas, pada Senin (16/3/2026).
"Negara-negara anggota Uni Eropa tidak memiliki keinginan untuk terlibat secara aktif dalam aksi militer melawan Iran dan kami tidak memiliki kepentingan dalam perang yang tidak berujung." terang Kaja Kallas.
Kallas juga menggarisbawahi bahwa UE saat ini berfokus pada penguatan keamanan maritim negara anggotanya yang saat ini berlangsung melalui Operasi Aspides di Laut Merah.
Ia juga dapat memastikan bahwa para anggota memiliki minat yang sangat rendah untuk memperluas jangkauan misi maritim tersebut hingga ke Selat Hormuz.
Baca: Jenny Cortez Rindu Jalani Ibadah Puasa dan Lebaran Bersama Orangtua: 2 Tahun Ramadhan Tanpa Mereka
Baca: NU Prediksi Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret, Berpotensi Beda dengan Muhammadiyah
"Tidak ada yang ingin terjun secara aktif dalam perang ini," ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani.
Tajani menggarisbawahi bahwa misi angkatan laut UE yang bertugas mengawal kapal dagang serta operasi antipembajakan tidak dirancang untuk beroperasi di Selat Hormuz.
"Kami bersedia memperkuat misi-misi seperti di Operasi Aspides, namun saya rasa misi tersebut tidak dapat diperluas hingga mencakup Selat Hormuz." ungkap Tajani.
Jerman juga menutup kemungkinan pengiriman pasukan ke wilayah Teluk.
Hal ini diungkapkan oleh Kanselir Friedrich Merz yang menegaskan bahwa Berlin akan terus menyerukan solusi politik yang cepat dibandingkan dengan aksi militer untuk mengatasi konflik tersebut.
Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, juga memperingatkan bahwa pengerahan pasukan di luar wilayah NATO memerlukan persetujuan hukum dan izin parlemen.
"Ini bukan perang kami, bukan kami yang memulainya. Kami menginginkan solusi diplomatik dan akhir yang cepat bagi konflik ini," terang Boris
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, juga menepis tekanan AS untuk bergabung dalam upaya militer di kawasan tersebut.
Ia menyatakan bahwa Inggris tidak akan terseret ke dalam perang yang lebih luas dan menekankan bahwa pengerahan pasukan apa pun harus memiliki mandat hukum.
Sebelumnya, pada Senin, Trump mengeklaim bahwa "banyak negara" tengah bersiap membantu AS untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Baca: NASIB PEGAWAI SPPG Purbalingga seusai Hina Penerima MBG Rakyat Jelata, Bejung Dipecat
Baca: Warga Desa Bantan Protes! Kebun Puluhan Tahun Dipetakan Jadi Kawasan Industri
Namun, ia tidak menyebutkan nama negara-negara tersebut dengan alasan kekhawatiran bahwa mereka bisa menjadi target Iran.
Selat Hormuz telah menjadi pusat kekhawatiran pasar energi global sejak Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan penutupan jalur tersebut bagi sebagian besar kapal di tengah serangan AS-Israel ke negara itu yang dimulai pada 28 Februari.
Sebelum perang pecah, sekitar 20 juta barel minyak melintasi selat tersebut setiap harinya. Gangguan pada jalur ini telah menyebabkan harga minyak dunia melonjak.
Sejauh ini, serangan AS-Israel terhadap Iran telah menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Ali Khamenei yang sebelumnya menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Iran sendiri telah membalas dengan serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Uni Eropa Tolak Ajakan Trump Kirim Armada Militer ke Selat Hormuz
Video Production: Untung
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Tak Libatkan AS, Inggris Gandeng 34 Negara untuk Menekan Iran agar Buka Kembali Selat Hormuz
Kamis, 2 April 2026
Mancanegara
KAPAL TANKER DISERANG! Trump Tuding Iran jadi Penyebab Harga Minyak Dunia Meroket
Kamis, 2 April 2026
Internasional
Donald Trump Sebut AS Tidak Membutuhkan Selat Hormuz Kami Produsen Minyak & Gas Nomer Satu
Kamis, 2 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Bakal Bom AS Usai Trump Ingin Kembalikan Teheran ke Zaman Batu: Kami Punya Senjata Tersembunyi
Kamis, 2 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Trump: AS Tak Butuh Selat Hormuz, Kami Produsen Minyak dan Gas Terbesar Lampaui Arab Saudi dan Rusia
Kamis, 2 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.