Mancanegara
Dunia Terancam Krisis! Iran Gertak Amerika Israel, Harga Minyak bakal Tembus 200 Dolar
TRIBUN-VIDEO.COM - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran memperingatkan bahwa serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap infrastruktur energi negaranya berpotensi memicu lonjakan drastis harga minyak dunia hingga melampaui 200 dolar per barel.
Peringatan tersebut disampaikan oleh juru bicara markas komando militer Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps(IRGC), Ebrahim Zulfikari, saat menanggapi serangan terbaru yang menargetkan fasilitas energi Iran.
Dalam wawancara yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Zulfikari menyebut serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel sebagai tindakan “pengecut dan tidak manusiawi”.
Ia juga meminta para pemimpin negara-negara Islam untuk mendesak Washington dan Tel Aviv agar menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Iran.
“Jika tidak, langkah serupa akan terjadi di kawasan ini. Jika kalian siap melihat harga minyak melampaui 200 dolar per barel, silakan lanjutkan permainan ini,” ujar Zulfikari.
Baca: Sengaja Ditutupi! Politisi Inggris Klaim Tel Aviv Hancur Parah Diserang Iran, Israel Menolak Ngaku
Pernyataan tersebut muncul setelah pesawat tempur Israel dilaporkan menyerang depot penyimpanan minyak dan fasilitas pengolahan di Teheran.
Serangan itu menjadi yang pertama kali menargetkan fasilitas energi sejak operasi militer gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Media Iran juga melaporkan bahwa Teheran tengah mempertimbangkan untuk memperluas daftar target balasan.
Jika sebelumnya fokus pada sasaran militer, kini fasilitas yang terkait dengan Amerika Serikat di kawasan juga dapat menjadi target.
Di sisi lain, ketegangan tersebut langsung berdampak pada pasar energi global.
Baca: Trump Tak Bisa Bohong Lagi! Rekaman Video Rudal Tomahawk AS Hantam Sekolah di Iran Kini jadi Bukti!
Harga minyak mentah Brent Crude melonjak hingga sekitar 119 dolar per barel di tengah kekhawatiran gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Komando militer Iran melalui markas Khatam al-Anbiya Central Headquarters bahkan mengancam akan menyerang fasilitas minyak di kawasan sebagai balasan atas serangan terhadap infrastruktur energi Iran.
Pihak Iran menilai serangan terbaru menargetkan fasilitas bahan bakar serta layanan energi yang juga digunakan oleh warga sipil.
Mereka memperingatkan bahwa eskalasi konflik dapat memicu gangguan besar pada jalur pasokan energi global.
Situasi kawasan semakin memanas sejak serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah, termasuk target di Israel serta beberapa negara di Timur Tengah yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
Jika konflik terus meluas dan menyasar fasilitas energi regional, para analis memperingatkan dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga dapat mengguncang pasar energi global dan memicu lonjakan harga minyak yang belum pernah terjadi sebelumnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iran Peringatkan Amerika–Israel, Harga Minyak Bisa Melonjak hingga 200 Dollar AS per Barrel
# iran # israel # amerika serikat # irgc # timur tengah
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDTAE
Bersiap Jalankan Operasi Darat ke Iran, AS kirim 3.500 Pasukan dan USS Tripoli ke Timur Tengah
Minggu, 29 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDTAE
IRGC Ancam Balas Serang Universitas AS & Israel di Timur Tengah setelah Kampus Iran Jadi Sasaran
Minggu, 29 Maret 2026
TRIBUNNEWS UPDTAE
Iran Terima 313 Ton Bantuan Rusia di Tengah Serangan AS-Israel Memanas di Kawasan Timur Tengah
Minggu, 29 Maret 2026
Internasional
IRAN BALAS DENDAM Gempur 6 Kapal Perang AS di Kuwait 3 Armada Tenggelam Sisanya Hangus
Minggu, 29 Maret 2026
Tribunnews Update
Sinyal Perang Darat Lawan Iran, Kapal Serbu Amfibi AS yang Bawa 3.500 Marinir Tiba di Timur Tengah
Minggu, 29 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.