Nasional
Sempat Puji, Rocky Nilai Prabowo Sulit Diterima Jadi Juru Damai Amerika dan Iran, Singgung Ekonomi
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung menilai peluang Presiden RI, Prabowo Subianto untuk menjadi juru damai dalam konflik Amerika Serikat-Israel dan Iran akan sulit diterima secara rasional oleh pihak-pihak yang terlibat.
Menurut Rocky, kapasitas dan posisi Indonesia perlu dipertimbangkan secara realistis sebelum menawarkan diri sebagai mediator.
"Ya pasti akan dievaluasi proposal Indonesia untuk jadi juru damai di situ kan. Karena kapasitas kita tidak mungkin diterima secara rasional oleh pihak-pihak yang bersaing di situ," kata Rocky seperti dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official yang tayang pada Selasa (3/3/2026).
Ia menilai negara-negara yang terlibat konflik memiliki pertimbangan geopolitik yang rumit.
Rocky menyebut, langkah Indonesia untuk terlibat langsung sebagai mediator berpotensi tak efektif jika tidak didukung oleh kedua belah pihak.
"Tuh, Israel mungkin menganggap Indonesia ngapain sih ikut-ikut, selesaikanlah (masalah) dalam negeri. Amerika juga menganggap ya memang Indonesia bagian board of peace, tapi board of peace sendiri udah bubar karena peacefull solution itu enggak dihasilkan lagi gitu," jelasnya.
Rocky menyarankan agar Presiden Prabowo Subianto cukup menyampaikan pernyataan yang normatif terkait pentingnya perdamaian dunia.
Baca: Serangan Tiada Henti Iran! Pangkalan AS di Bahrain Digempur Lagi, Markas Komando Utama Dihancurkan
Baca: Advokat Junaedi Saibin Ucap Syukur seusai Bebas dari Dugaan Tindak Pidana Suap dan OOJ: Terima kasih
Indonesia tak harus mengambil peran sebagai penengah langsung.
Ia menyinggung pengalaman diplomasi sebelumnya yang dinilai kurang membuahkan hasil signifikan.
"Kita (coba) lihat lebih pragmatis bahwa Presiden Prabowo ya tidak perlu jadi mediator di situ. Cukup membuat semacam statement-statement yang sifatnya normatif. Jadi, jangan ulangi kesalahan dari Presiden Jokowi yang berupaya untuk menjadi penengah antara Ukraina dan Rusia yang akhirnya jadi tertawaan dunia sebetulnya kan," ujarnya.
Menurutnya, urusan yang lebih mendesak adalah mengantisipasi dampak tidak langsung dari konflik global terhadap kondisi dalam negeri, terutama terkait ekonomi dan stabilitas sosial.
"Kita akan terperangkap nanti kenikmatan menganalisis tanpa upaya untuk mendeteksi potensi keresahan di dalam negeri yaitu impact tidak lagnsung dari perang terhadap perekonomian, daya beli lalu gejolak sosial mulai terjadi terutama harga energi itu membumbung tinggi, jadi itu sebetulnya kondisi kita hari-hari ini," katanya.
Prabowo bersedia jadi juru damai
Pemerintahan menyatakan Presiden RI Prabowo Subianto bersedia menjadi mediator antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Pernyataan resmi ini menyusul serangan udara gabungan yang dilancarkan militer AS dan Israel ke sejumlah wilayah Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Indonesia mendesak seluruh pihak untuk mengedepankan jalur diplomasi.
"Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan memprioritaskan dialog dan diplomasi," demikian pernyataan yang disampaikan Kementerian Luar Negeri di X.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang telah bersedia memfasilitasi usai serangan tersebut.
Namun, Iran berpandangan bahwa sampai saat ini tidak ada mediasi atau perundingan yang berdampak secara signifikan.
“Kami meyakini bahwa saat ini tidak ada negosiasi dan perundingan apa pun dengan pemerintah Amerika yang akan berguna, karena mereka tidak terikat dan tidak patuh pada hasil apa pun,” tegas Boroujerdi dalam jumpa pers di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Meski begitu, Boroujerdi berharap negara-negara Islam menilai serangan AS dan Israel ke Iran sebagai tindakan ilegal dan turut mendukung Iran dengan menyampaikan kecaman keras.
Selain itu, ia berharap negara-negara Islam mendukung Iran melalui mekanisme organisasi internasional, seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Dan ketiga, agar menjalankan kampanye 'Katakan Tidak pada Perang' dan menolak perang di seluruh dunia serta menunjukkan penentangan mereka terhadap segala jenis peperangan,” tegas dia.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Rocky Gerung Nilai Peluang Prabowo Jadi Juru Damai Konflik Iran dengan Amerika-Israel Sulit Diterima
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
AS Kelabakan Hadapi Rudal Iran, Masih Tersimpan Senjata Pamungkas di Bunker yang Sulit Dilumpuhkan
Sabtu, 4 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Ultimatum Keras IRGC ke Negara Teluk: Usir AS dan Pangkalan Militer Washington atau Kiamat Datang
Sabtu, 4 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Bom Tandan Iran Porak-porandakan Israel, Gedung Tinggi Runtuh, Kebakaran Dahsyat hingga Gelap Gulita
Sabtu, 4 April 2026
LIVE UPDATE
Pasukan UNIFIL Indonesia Jadi Sasaran Ledakan Lagi, Kemlu RI Desak Pertemuan Darurat DK PBB
Sabtu, 4 April 2026
Konflik Timur Tengah
Detik-detik LCU Amerika Diledakkan Iran di Pelabuhan Kuwait, Markas Jet Tempur F-15 Ikut Remuk
Sabtu, 4 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.