Terkini Daerah

3 Kecamatan Sigi Masih Terisolir karena Banjir

Jumat, 16 Agustus 2019 12:55 WIB
Tribun Palu

TRIBUN-VIDEO.COM, SIGI - Banjir yang terjadi Selasa (13/8/2019) di Desa Namo, Kecamtan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, masih menyisakan sejumlah kerusakan.

Salah satunya yang terparah ialah satu unit jembatan di wilayah itu putus.

Selain itu, badan jalan sepanjang satu kilometer masih tertimbun oleh material batu dan kayu.

Bupati Sigi, Irwan Lapata mengatakan, tiga kecamatan masih terisolir pasca terjadinya banjir bandang di Kecamatan Kulawi.

Yakni Kecamatan Kulawi, Kecamatan Kulawi Selatan dan Kecamatan Pipikoro.

Saat ini pihak Pemerintah Kabupaten Sigi terus melakukan sejumlah upaya agar akses jalan kembali dapat dilalui.

Di antaranya membuat jembatan darurat pengganti jembatan yang rusak diterjang banjir.

"Kami masih terus melakukan upaya untuk membuka akses jalan menuju ke tiga kecamatan yang tertutup itu, mohon donya," ujar Irwan Lapata, Kamis siang.

Kata Irwan, wilayah Sadaunta, Desa Namo, Kecamatan Kulawi merupakan akses satu-satunya menuju di tiga kecamatan tersebut.

"Hal ini sangat berdampak dengan perputaran ekonomi masyarakat," tambahnya

Apalagi, tidak ada alaternatif lain menuju Kota Palu begitu juga sebaliknya.

"Makanya untuk pembersihan material yang dibawa banjir bandang masih dilakukan terus," tegasnya.

Banjir bandang yang baru pertama kali terjadi di desa itu, memang menyisakan bebatuan yang cukup besar.

Sehingga begitu mudah merusak pemukiman warga.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan pengecekan di hulu, apakah masih ada pendangkalan atau tidak," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 7 unit rumah hanyut dan 6 unit rumah rusak berat, sementara 21 unit rumah lainnya mengalami rusak ringan terkena banjir bandang di Sigi.

Kepala Dusun IV Rusbin mengatakan, total ada 34 rumah warga yang terdampak banjir.

Selain itu, banjir yang terjadi di Dusun IV Sadaunta tersebut mengakibatkan puluhan warga mengungsi ke rumah warga lainnya yang tidak terdampak.

"Kami mengungsi di rumah keluarga, karena rumahnya aman," ujarnya.

Menurutnya, saat ini warga yang rumahnya hanyut dan rusak berat sangat membutuhkan bantuan sembako.

"Iya, warga tidak bisa menyelamatkan harta benda mereka karena kejadiannya begitu cepat," tuturnya.

Salah satunya adalah Gani (63), warga Dusun IV.

Akibat banjir yang terjadi sekitar pukul 07.00 WITA itu menerjang rumah milik Gani, hanya ada beton pondasi yang tersisa.

Ia pun tak bisa menyelamatkan harta benda ketika banjir tersebut menerjang rumahnya.

"Bergemuruh, seperti guntur, ternyata batu yang dibawa banjir tadi malam itu," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua hari terakhir wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Akibatnya, sungai meluap dan menerjang rumah warga.

(TribunPalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Artikel ini telah tayang di Tribunpalu.com dengan judul Bupati Sigi Sebut Tiga Kecamatan Masih Terisolir Pascabanjir di Kulawi

ARTIKEL POPULER:

Baca: Jokowi Puji MK yang Mampu Menyelesaikan Sengketa Pilpres 2019

Baca: 1700 Polisi Amankan Sidang Tahunan MPR

Baca: Alasan The Comment Pamit Dijelaskan oleh Pihak NET TV

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Bintang Nur Rahman
Sumber: Tribun Palu
Tags
   #Banjir di Sigi
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved