Nasional
Pendemo Tolak Bubar! Tunggu Kabar Keadilan pada Sidang Kode Etik Bripda Masias Pelaku Penganiayaan
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Para pendemo pastikan tak akan bubar hingga sidang etik kasus kekerasan oleh oknum Brimob di Kota Tual selesai digelar.
Penegasan itu disampaikan langsung Sekjen BEM FISIP Unpatti, Mutia Renwarin saat membacakan point tuntutan aksi, Senin (23/2/2026).
Dihadapan aparat kepolisian dan massa aksi, Mutia menyerukan "Kami Menunggu Kabar Keadilan".
Dikonfirmasi TribunAmbon.com, Mutia menduga kuat, oknum polisi berinisial Bripda MS dengan sengaja memukul korban hingga terjatuh dari atas kendaraan.
Korban kemudian dibiarkan hingga meninggal dunia.
Proses hukum seadil-adilnya dan tuntas jadi kabar baik yang ditunggu dia dan massa aksi.
"Kami tunggu kabar keadilan dari dalam sidang," cetusnya,
Sebelumnya diberitakan, Bripda Masias Siahaya resmi berstatus tersangka usai gelar perkara di Mapolres Kota Tual, Jumat (20/2/2026).
Ia awalnya dilaporkan atas dugaan kekerasan terhadap dua anak di bawah umur yang berujung pada meninggalnya salah satu korban.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Bripda Masias langsung diterbangkan ke Ambon dan tiba Sabtu (21/2/2026) pagi untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Baca: Gedung Putih Gelar Rapat Tertutup Bahas Opsi Perang? AS Pertimbangkan Gulingkan Pemimpin Iran
Baca: Khamenei Gertak Trump! Sebut Rudal Hipersonik Iran Mampu Tenggelamkan Kapal Induk Amerika
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, menjelaskan bahwa yang bersangkutan telah menjalani pemeriksaan kode etik di Subbid Wabprof Bidpropam Polda Maluku.
“Proses ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam penegakan disiplin dan etika anggota.
Pemeriksaan dilakukan secara intensif dan diupayakan hari Senin sudah bisa dilaksanakan sidang kode etik terduga,” jelasnya.
Selain proses etik, tersangka juga telah ditahan di Rutan Polres Kota Tual.
Insiden tragis tersebut terjadi di ruas jalan RSUD Maren, Kota Tual. Saat itu, dua korban yang merupakan kakak beradik melintas menggunakan sepeda motor.
Keduanya masih mengenakan seragam sekolah dan diketahui duduk di kelas IX Madrasah Aliyah Negeri.
Diduga, sepeda motor yang mereka kendarai dihentikan oleh terduga pelaku. Selanjutnya, korban diduga dipukul menggunakan helm hingga terjatuh dari kendaraan.
Akibat kejadian tersebut, salah satu korban berinisial AT (14) meninggal dunia dan telah dimakamkan pada Kamis (19/2/2026).
Sementara itu, sebelumnya Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dadang Hartanto, telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada keluarga korban atas insiden kekerasan yang berujung maut tersebut.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunAmbon.com dengan judul Massa Aksi Tolak Bubar dari Mapolda Maluku, Mutia: Kami Tunggu Kabar Keadilan
Video Production: Elvera Kumalasari
Sumber: Tribunnews.com
Regional
LIVE UPDATE: Perempuan NTT Tewas Dianiaya Pacar, Polisi Pastikan Ledakan Masjid Jember Tanpa Bom
Jumat, 27 Maret 2026
Tribunnews Update
Kondisi Instruktur Gym seusai Dibakar oleh Eks Kekasih di Bengkulu, Alami Luka Bakar 36 Persen
Jumat, 27 Maret 2026
Viral
Guru Ngaji di Probolinggo Banting Anak 9 Tahun karena Tak Sengaja Lecetkan Mobil Kiai
Jumat, 27 Maret 2026
Seleb
MAWA PAKAI BAJU Nikah saat Hadiri Sidang Cerai, Teringat Gema Akad dengan Insan
Kamis, 26 Maret 2026
Tribunnews Update
Pengakuan Ibu Bhayangkari Korban KDRT Brimob hingga Kritis di Ternate, Ungkap Penganiayaan Brutal
Kamis, 26 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.