Rabu, 15 April 2026

Nasional

YLKI Soroti Kerja Sama Transfer Data Indonesia-AS, Sebut Data Pribadi Bukan Alat Diplomasi

Senin, 23 Februari 2026 13:57 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Sekretaris Jenderal Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Rio Priambodo, mengkritik masuknya isu transfer data pribadi dalam perjanjian dagang Indonesia–Amerika Serikat melalui skema Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Pada Senin (23/2/2026), ia menilai data pribadi konsumen tidak seharusnya dijadikan komoditas dalam negosiasi perdagangan karena menyangkut kedaulatan negara dan hak warga.

Rio memperingatkan risiko kebocoran data jika tidak ada jaminan perlindungan yang ketat dan transparan, serta meminta pemerintah mengevaluasi bahkan merevisi kesepakatan apabila berpotensi merugikan masyarakat.
Menurutnya, menjadikan data pribadi sebagai bagian dari tawar-menawar diplomasi membuat perjanjian tidak seimbang dan jauh dari prinsip win-win solution.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia akan mendorong transfer data konsumen ke AS sebagai bagian dari kesepakatan tarif resiprokal yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.

Baca: Trump Pertimbangkan Serangan Terarah ke Iran, Diikuti Serangan Lebih Besar untuk Gulingkan Pemimpin

Baca: Data Konsumen RI Ditransfer ke AS, Dampak Perjanjian Timbal Balik Diteken Prabowo dengan AS

(*) 


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul YLKI Kritik Kesepakatan Transfer Data RI-AS: Data Pribadi Bukan Alat Diplomasi

# YLKI # Kerja Sama # Transfer Data # Indonesia # Data # Pribadi # Alat # Diplomasi # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Sekar KinasihBambang
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #YLKI   #kerja sama   #transfer   #Data   #Indonesia   #data pribadi   #alat   #Diplomasi

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved