Rabu, 8 April 2026

Nasional

"Gak Kaget Saya!" Mahfud Tak Heran Eks Kapolres Bima Terjerat Kasus Narkoba

Rabu, 18 Februari 2026 13:33 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengaku tak kaget soal adanya kapolres yang terjerat kasus narkoba, misalnya kasus yang menjerat Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro.

Menurut Mahfud, sebelumnya sudah banyak kasus narkoba yang menjerat anggota Polri bahkan hingga pimpinan Polri seperti kapolres atau kapolda.

Mahfud kemudian mencontohkan kasus narkoba anggota Polri dulu yang sempat ramai jadi sorotan publik, yakni kasus narkoba mantan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Teddy Minahasa Putra.

Teddy terjerat kasus narkoba setelah ia dimutasi menjadi Kapolda Jawa Timur. Bahkan, sebelum sempat dilantik, Teddy Minahasa sudah lebih dulu terjerat kasus narkoba.

"Ya sebenarnya polisi yang terlibat gitu kan banyak yang paling spektakuler dulu kan Tedy Minahasa, dianggap polisi baik berprestasi gitulah, lalu diangkat menjadi kapolda kelas, termasuk yang elite-lah Jawa Timur tuh kan luar biasa hampir sama dengan Jakarta kan."

"Sebelumnya Kapolda Sumatra Barat, sehari sebelum dilantik ditangkap karena narkoba. Itu kan spektakuler dan pengakuan-pengakuannya dari para saksi dan terbukti secara sah dan meyakinkan ya memang rusak," kata Mahfud dalam Podcast yang tayang di kanal YouTube pribadinya, Mahfud MD Official, Selasa (17/2/2026).

Untuk itu, Mahfud merasa tidak kaget jika ada anggota polisi dengan jabatan Kapolres terjerat kasus narkoba.

"Enggak kaget sekelas Kapolres, kan di mana-mana sering baru berpidato nangkepin narkoba malamnya dia sendiri ditangkap," ungkap Mahfud.

Dengan banyaknya kasus narkoba yang menjerat anggota polisi bahkan hingga level pimpinan Polri ini, Mahfud merasa hal ini harus ditindak tegas.

Baca: Menag Nasaruddin Beri Pesan Penting Soal Perbedaan 1 Ramadhan: Jangan Sampai Berpisah atau Negatif

Baca: AS Waspada saat Iran Tutup Total Selat Hormuz untuk Latihan Perang, 50 Jet Tempur Siluman Siaga

Ditambah lagi soal tersebarnya isu soal perampasan barang bukti narkoba yang tidak dilakukan sepenuhnya dan adanya dugaan barang bukti narkoba tersebut beredar lagi di penjara.

"Oleh sebab itu harus bertindak tegas, karena lebih dari itu isu-isu yang sering muncul itu kalau ada perampasan barang bukti iya sekian, nanti yang dibakar atau dimusnahkan hanya sedikit, yang lain beredar lagi di penjara dan sebagainya."

"Itu isu-isu begitu kan sering muncul ya di berita media massa, mungkin ada yang hoax tapi ada yang enggak kan gitu ya," terang Mahfud.

Terakhir Mahfud menilai upaya penindakan kasus narkoba, terutama di lingkungan anggota Polri ini harus sungguh-sungguh dilakukan karena kasus narkoba ini bisa berbahaya untuk masa depan bangsa Indonesia.

"Nah, itu sebabnya saya kira kita harus sungguh-sungguh nih, narkoba ini adalah termasuk tindak pidana khusus yang oleh KUHP yang baru dan KUHAP yang baru, juga diberi juga institusi-institusi khusus seperti teror, korupsi ya, terorisme, narkoba, tindak pidana pencucian uang."

"Masuk disitu, khusus dengan acara yang khusus pula dengan institusi yang khusus pula karena ini berbahaya bagi masa depan bangsa gitu," kata Mahfud.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mahfud MD Akui Tak Kaget soal Kasus Kapolres Bima Kota Terjerat Narkoba, Ungkit Kasus Teddy Minahasa

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Yogi Putra Anggitatama
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Mahfud MD   #Kapolres   #Bima   #narkoba

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved