Kamis, 30 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Reaksi Eks Jubir Prabowo Dahnil Anzar Dikatai Dungu karena Tegaskan MBG Tak Pangkas Dana Pendidikan

Selasa, 17 Februari 2026 12:34 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan juru bicara Presiden Prabowo Subianto yang juga Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak ikut berkomentar soal kritikan mengenai anggaran MBG memangkas dana pendidikan.

Dahnil bahkan ikut berkomentar ketika dirinya mendapatkan kritikan dan disebut dungu karena bersuara mengenai MBG.

Melalui akun X pribadinya @Dahnilanzar, Wamenhaj ini menyebut, meski tak secara langsung terlihat sal MBG, Dahnil mengaku perlu ikut menjelaskan.

Apalagi ia pernah menjadi juru bicara Presiden Prabowo.

Baca: Detik-detik Mobil Seruduk 2 Motor di Depan Warung di Cianjur, 7 Orang jadi Korban, Sopir Ngantuk

Dahnil menegaskan, ia menyampaikan paparan soal MBG agar tak banyak disinformasi yang berkembang.

"Gak ah. Gw bantu jelasin. Gw anak buah Presiden @prabowo. Mantan Jubir lagi, spy kalian jangan telan disinformasi," tegasnya.

Dalam keterangannya, Dahnil menyebut bahwa program MBG bukan memangkas hak pendidikan.

Ia menegaskan bahwa program MBG menggunakan anggaran hasil efisiensi yang dilakukan Presiden Prabowo.

Yang mana nilainya lebih dari Rp300 triliun.

Baca: UK Luncurkan Kapal Serang Induk HMS Prince of Wales, Inggris Siap Hadapi Konflik Lawan Rusia

Penjelasan itu lantas membuat Dahnil dikritik sebagai pejabat dungu oleh akun @yarissay.

Tak merespons dengan emosi, Dahnil bahkan berterimakasih pada pengkritiknya.

"Terimakasih rissay" tegasnya.

Dahnil menegaskan, beberapa anggarannya juga berasal dari denda sawit ilegal yang menyentuh Rp300 triliun.

Kemudian sitaan BLBI, Timah hingga kasus judol.

Baca: Abraham Samad Sebut Revisi UU KPK adalah Dosa Kolektif antara DPR dan Jokowi

"Dari denda sawit ilegal saja Rp 300 triliun, belum lagi sitaan BLBI, Timah sampai Judol. Termasuk, anggaran inefisien sprt perjadin, ATK, dll yang tak masuk akal dipangkas kemudian di shifting ke MBG. Jadi bukan layanan langsung untuk rakyat kebanyakan sprt pendidikan yang dipotong sprt tuduhan segelintiran orang," tegasnya.

Dahnil mengatakan bahwa anggaran pendidikan 2026 menjadi yang terbesar dalam sejarah yakni sebesar Rp 769,08 triliun.

Ia juga menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis tidak memotong anggaran pendidikan.

Namun menambah postur lewat gizi yang diberikan lewat MBG.

Dahnil memperkuat bahwa MBG tidak mengurangi pendidikan, namun mengamankan pendidikan.

"MBG tidak mengurangi pendidikan, melainkan mengamankan pendidikan. Kurikulum berkualitas tidak akan efektif jika siswa yang menerimanya dalam kondisi lapar atau kurang gizi. MBG memiliki jalurnya sendiri melalui Badan Gizi Nasional. Keduanya berjalan berdampingan, bukan saling meniadakan," papar Dahnil.

(Tribun-Video.com)

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Nila
Video Production: valencia frida varendy
Sumber: Tribun Video

Tags
   #Dahnil Anzar   #MBG   #dana   #Pendidikan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved