Rabu, 15 April 2026

Mancanegara

Rusia-AS Bahas Perjanjian Senjata Nuklir, Kremlin Bocorkan Hasil Perundingan

Minggu, 8 Februari 2026 14:23 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Para negosiator Rusia dan Amerika Serikat (AS) membahas berakhirnya pakta senjata nuklir terakhir yang tersisa antara kedua negara, Jumat (6/2/2026).

Perjanjian New START berakhir pada Kamis (5/2/2026), sehingga untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad tidak ada batasan pada dua persenjataan nuklir terbesar dan memicu kekhawatiran akan perlombaan senjata nuklir yang tidak terkendali.

Para negosiator Rusia dan AS membahas masalah ini di Uni Emirat Arab, tempat delegasi Rusia, Ukraina, dan AS mengadakan pembicaraan selama dua hari tentang penyelesaian perdamaian di Ukraina.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengungkapkan negosiator Rusia dan AS sepakat tentang perlunya segera meluncurkan pembicaraan pengendalian senjata baru.

“Ada pemahaman, dan mereka membicarakannya di Abu Dhabi, bahwa kedua pihak akan mengambil posisi yang bertanggung jawab dan kedua pihak menyadari perlunya memulai pembicaraan mengenai masalah ini sesegera mungkin,” ujarnya kepada wartawan, Jumat, dilansir AP News.

Ketika diminta mengomentari laporan Axios yang mengklaim bahwa negosiator Rusia dan AS membahas kemungkinan kesepakatan informal untuk mematuhi batasan pakta tersebut setidaknya selama enam bulan, Peskov menjawab bahwa perpanjangan semacam itu hanya bisa bersifat formal.

“Jelas, ketentuan-ketentuannya hanya dapat diperluas secara formal,” kata Peskov.

Baca: Prabowo Sebut NU Selalu Jadi Penyelamat saat Indonesia dalam Bahaya, Singgung Peran Besar Kiai Ulama

Baca: Akting Syauqi seusai Bunuh Satu Keluarga di Warakas, Tembakkan Kembang Api ke Tubuh Sendiri

“Sulit membayangkan perluasan informal dalam bidang ini," terangnya.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyatakan kes readiness-nya untuk tetap berpegang pada batasan perjanjian tersebut selama satu tahun lagi jika Washington mengikuti langkah yang sama.

Sedangkan, Presiden AS Donald Trump mengabaikan tawaran tersebut dan berpendapat bahwa ia ingin China menjadi bagian dari perjanjian baru, yang telah ditolak oleh Beijing.

Kemudian, seorang diplomat senior AS mengatakan dalam konferensi persenjataan di Jenewa pada hari Jumat bahwa pakta nuklir di masa depan juga harus melibatkan China dan sekali lagi menuduh Beijing secara diam-diam melakukan uji coba nuklir.

Meskipun Perjanjian New START telah berakhir, AS dan Rusia sepakat pada hari Kamis untuk membangun kembali dialog tingkat tinggi antar militer setelah pertemuan antara pejabat senior dari kedua belah pihak di Abu Dhabi, menurut komando militer AS di Eropa.

Jalur komunikasi tersebut dihentikan pada tahun 2021 seiring dengan semakin tegangnya hubungan antara Moskow dan Washington sebelum Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Negosiator Rusia dan AS Bahas Pakta Senjata Nuklir, Kremlin Bocorkan Hasil Kesepakatan

Editor: Dimas HayyuAsa
Video Production: Untung
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #nuklir   #Rusia   #perundingan   #Amerika

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved