Tribunnews WIKI

Perang Diponegoro, Peristiwa Sejarah sebelum Perang Padri babak kedua

Minggu, 11 Agustus 2019 22:17 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Beberapa alasan yang menjadi latar belakang Perang Diponegoro meliputi beberapa hal, yaitu

  • Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun.
  • Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya menghadapi campur tangan politik pemerintah kolonial.
  • Kalangan keraton hidup mewah dan tidak mempedulikan penderitaan rakyat.
  • Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite kekuasaan, karena menolak berkompromi dengan pemerintah kolonial.
  • Pemerintah kolonial melakukan provokasi dengan membuat jalan yang menerobos makam leluhur Pangeran Diponegoro.
  • Pangeran Diponegoro bernama Bendoro Raden mas Ontowiryo yang merupakan anak sulung dari Sultan Hamengkubuwana III yang merupakan raja Mataram.

Pangeran Diponegoro lahir pada tanggal 11 November 1785.

Pada pertengahan bulan Mei 1825, Smissaert memutuskan untuk melakukan pelebaran jalan-jalan kecil di sekitar Yogyakarta.

Pembangunan jalan yang awalnya dari Yogyakarta ke Magelang melewati Muntilan malah dipindah melewati pagar sebelah timur Tegalrejo.

Dan pemasangan patok-patok oleh Belanda untuk pembangunan jalan ini ternyata melintasi makam para leluhur pangeran Diponegoro di Tegalrejo.

Selain itu, pemasangan ini dilakukan tanpa izin dari kerajaan sehingga ditentang oleh Pangeran Diponegoro.

Kronologi

Pangeran Diponegoro kemudian membangun pusat pertahanan di Selarong dan menghimpun dukungan dari beberapa kerajaan.

Dukungan datang dari Pangeran Mangkubumi, Sentot Alibasya Prawirodirjo, dan Kiai Mojo.

Belanda turun mendatangkan pasukan dari Sumatra Barat dan sulawesi Selatan di bawah pimpinan Jenderal Marcus de Kock.

Pangeran Diponegoro memimpin pasukannya dengan perang gerilya.

Di sisi lain, Gubernur Jenderal Van der Capellen menugasi Jenderal M. de Kock untuk menjalankan strategi benteng stelsel.

Strategi benteng stelsel adalah strategi dengan mendirikan benteng di setiap tempat yang dikuasainya untuk mempersempit gerakan pasukan Diponegoro.

Saat itu sebagian besar pasukan Belanda sedang menghadapi Perang Padri di Sumatra Barat.

Maka pada tahun 1825 diadakan kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata.

Sebagian besar pasukan dari Sumatra Barat dialihkan ke Jawa untuk menghadapi Pangeran Diponegoro.

Namun, setelah Perang Diponegoro berakhir, kertas perjanjian gencatan senjata itu disobek, dan terjadilah Perang Padri babak kedua.

Perang Diponegoro berakhir pada 28 Maret 1830 saat Jenderal De Kock berhasil mengepung pasukan Diponegoro di Magelang.

Di sana, Pangeran Diponegoro menyerahkan diri dengan syarat pengikutnya harus dilepas.

Belanda menangkap Pangeran Diponegoro dan di bawa ke Batavia yang selanjutnya dipindahkan ke Manado, kemudian dipindahkan lagi ke Makassar.

Dampak

Akibat peperangan besar melawan Pangeran Diponegoro, kas Belanda terkuras habis karena membiayai perang.

Belanda mendapatkan beberapa wilayah di Yogyakarta dan Surakarta dan kekuasaan Kerajaan-kerajaan Jawa mulai berkurang.

Selain itu, terjadi penghapusan sistem tanam paksa.

(TribunnewsWiki/Indah)

Artikel Ini Telah Tayang di Tribunnewswiki.com dengaj Judul : Perang Diponegoro

ARTIKEL POPULER:

Baca: Perang Padri, Perang Kaum Adat dan Kaum Padri di Sumatera Barat

Baca: Perang Puputan Margarana, Perang Kemerdekaan yang Meletus pada 20 November 1946 di Margarana, Utara

Baca: Palagan Ambarawa, Pertempuran Penting di Ambarawa dalam Rangka Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

TONTON JUGA:

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved