Terkini Nasional
Dedi Mulyadi Berduka! Sebut Longsor Cisarua akibat Dosa Manusia yang Terlalu Rakus Eksploitasi Alam
TRIBUN-VIDEO.COM - Bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026) dini hari, menjadi pengingat keras kerusakan alam bukanlah persoalan satu pihak semata.
Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menilai peristiwa tersebut sebagai akibat dari dosa kolektif manusia terhadap alam.
Kondisi alam yang rusak adalah akumulasi dari berbagai kebijakan dan perilaku manusia yang selama ini abai terhadap keseimbangan lingkungan.
Sehingga, fenomena ini bukan akibat dari salah satu pihak, melainkan kesalahan bersama.
Mirisnya, kata Dedi, longsor yang menimpa warga seringkali terjadi tanpa mereka harus melakukan kesalahan secara langsung.
"Longsor yang dialami oleh saudara kita di Bandung Barat menjadi catatan penting bahwa bencana bisa menimpa siapa saja tanpa orang tersebut melakukan perbuatan yang mengakibatkan bencana," ujar Dedi dalam pernyataannya di Instagram @dedimulyadi71, Minggu (25/1/2026).
Ia menyoroti perubahan besar pada kawasan perbukitan dan lereng gunung yang kini beralih fungsi menjadi kebun sayur dan bunga dengan sistem greenhouse.
Baca: 80 Warga Dilaporkan Hilang Diduga Tertimbun Longsor Cisarua, Tim SAR Terkendala Cuaca
Proses penanaman yang menggunakan media plastik, menurutnya, telah merusak daya dukung tanah dan mempercepat potensi longsor.
Selain itu, Dedi juga menyinggung alih fungsi lahan persawahan menjadi kawasan perumahan, serta kondisi sungai yang mengalami pendangkalan.
Bantaran dan sempadan sungai yang seharusnya menjadi ruang hijau, kini justru berubah menjadi kawasan komersial.
"Itu fakta bahwa kita sudah berbuat salah terhadap areal-areal perbukitan. Kita sudah abai terhadap alam semesta." ujar Dedi Mulyadi.
Dedi menyebut manusia selama ini terlalu jauh mengeksploitasi bumi tanpa mempertimbangkan keharmonisan dan keselarasan hidup.
Padahal, manusia sejatinya hanya "menumpang" di bumi dan seharusnya menghormati alam sebagai ruang hidup bersama.
Ia pun mengajak semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk melakukan introspeksi secara jujur.
Pemerintah diminta menyadari kesalahan dalam kebijakan tata ruang dan pengelolaan lingkungan, sementara masyarakat juga harus memahami tindakan yang bertentangan dengan alam pada akhirnya akan berbalik menjadi bencana.
"Sudah saatnya kita berintrospeksi diri untuk merubah seluruh perilaku buruk yang menjadikan alam menjadi bahan eksploitasi kita tanpa mempertimbangkan keharmonian hidup, keselarasan hidup agar kita yang numpang di bumi ini menghormati bumi sebagai tempat tumpangan kita."
"Untuk itu marilah kita bersama-sama menyadari pemerintah harus sadar akan kesalahannya. Masyarakat pun harus menyadari bahwa tindakan-tindakan yang bertentangan dengan alam pada akhirnya akan menjadi bencana dan menimpa siapapun tanpa melihat latar belakang kehidupannya," tegas Dedi Mulyadi.
Di akhir pernyataannya, Dedi Mulyadi menyampaikan duka mendalam atas bencana longsor yang terjadi di Cisarua serta di berbagai wilayah lain di Provinsi Jawa Barat.
Ia berharap peristiwa ini mampu menyadarkan semua pihak agar lebih bijak memperlakukan alam.
"Saya menyampaikan ucapan duka yang mendalam atas peristiwa bencana yang terjadi di Cisarua dan di berbagai tempat di Provinsi Jawa Barat."
"Semoga kita menjadi manusia yang tersadarkan," demikian pernyataan Dedi Mulyadi.
Baca: Penampakan Kampung Rata dengan Tanah Longsor di Cisarua KBB hingga Status Darurat Bencana Diaktifkan
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Longsor Cisarua, Dedi Mulyadi Ingatkan Dosa Kolektif pada Alam
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com
Saksi Kata
"Cuma Nyawa yang Kami Bawa" Kisah Pilu Korban Longsor yang Selamat Berkat Firasat
1 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Respons Dedi Mulyadi Dituduh Menipu oleh Warga Kalimantan Timur: Tertipu Sama AI, Tapi Marah ke Saya
2 hari lalu
Terkini Nasional
Bocah Viking Papua Beruntung Bertemu Dedi Mulyadi, akan Dibawa ke Bandung Sekolah di Akademi Persib
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.