Tribunnews Update
Basarnas Benarkan Jam Pintar Copilot Pesawat ATR 42-500 Rekam Langkah Kaki, Dompet & KTP Ditemukan
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pihak Basarnas buka suara soal adanya langkah kaki dari copilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026).
Hal ini terungkap seusai ponsel milik Farhan ditemukan dan diserahkan pada keluarga.
Baca: Update Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500, 18 Pencari Madu Lokal Dilibatkan dalam Misi Kemanusiaan
Staf SAR Mission Coordinator Basarnar Makassar, Arman Amiruddin mengonfirmasi bahwa SAR memang menemukan ponsel milik korban.
Kini ponsel tersebut telah diserahkan pada kekasih dari Farhan lantaran ponsel dalam keadaan terkunci.
Penyerahan juga disertai surat tanda terima alat komunikasi tersebut.
Baca: Kronologi Penemuan Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Jatuh, dari Batu Pecah hingga Jasad Tersangkut
Ponsel tersebut kemudian dibawa ke Tim Cyber Polda Sulsel untuk dideteksi koordinat keberadaan smart watch milik Farhan.
Arman membenarkan adanya pergerakan langkah kaki yang direkam smart watch-nya korban yang terkoneksi ke ponsel.
Dari laporan yang dikirim, per jam 06.53 Wita, pada Minggu (18/1/2026), terbaca seribu langkah dan terus bertambah menjadi 13 ribu langkah.
Baca: Update Jatuhnya Pesawat ATR: Korban Kedua Ditemukan, Evakuasi Terkendala Cuaca Ekstrem
Saat ini, tim SAR masih berusaha melakukan pencarian terhadap Farhan dan seluruh korban.
Lebih lanjut dijelaskan, selama tiga hari pencarian, Tim SAR belum mendengar adanya suara minta tolong dari korban.
Tim SAR telah menyisir hampir seluruh lokasi perkiraan pesawat jatuh.
Sementara itu, sejumlah barang dan tas juga ditemukan tim SAR gabungan hingga Selasa (20/1/2026).
Baca: Florencia Pramugari Pesawat ATR 42-500 Korban Kecelakaan Bulusaraung dan Keinginan Terakhirnya
Beberapa di antaranya adalah identitas atau KTP milik Muhammad Farhan, hingga STNK dan satu pistol Flare Gun.
Pistol Flare Gun diduga milik Farhan.
Dalam data manifes pesawat, Muh Farhan Gunawan tercatat sebagai Kopilot Pesawat 42-500 dan beralamat di Jl Sultan Hasanuddin, Luwu Timur.
Selain milik Farhan, ada juga KTP bernama Dwi Murdiono, beralamat Bogor Jawa Barat, ada pula dua kartu ID Card Airfast Indonesia dan Indonesia Air bernama Dwi Murdiono.
Baca: Gelagat Tak Biasa Pramugari Esther Asal Bogor di Pesawat ATR, Ayah Ungkap Kata Terakhir sang Anak
Dwi Murdiono diketahui bagian dari awak pesawat.
Diketahui, pistol Flare Gun itu dikabarkan kerap digunakan dalam kondisi darurat untuk memberi tanda butuh bantuan atau pertolongan. (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkait di sini
Reporter: Nila
Video Production: Muhammad TaufiqRahman
Sumber: Tribun Video
Tribunnews Update
Presiden Rusia Jawab Langsung soal Zelensky Ajak Bertemu Tatap Muka, Putin: Tak Ada Gunanya
3 hari lalu
Tribunnews Update
Prabowo Sambangi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan Bali, Singgung Keistimewaan Angka
3 hari lalu
Tribunnews Update
Prabowo Makan Bareng Siswa Sekolah Rakyat, Nikmati Hidangan dalam Satu Meja di SRMP 17 Tabanan Bali
3 hari lalu
Tribunnews Update
Rangkuman AS-Iran: Israel Agresif Sadap Data AS, Lebanon Kutuk Serangan, IDF Lakukan Kejahatan Keji
3 hari lalu
Tribunnews Update
Intel AS Laporkan Mata-mata Israel Makin Agresif, Sadap Data Pejabat Tinggi Melebihi Aksi Musuh
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.