Selasa, 2 Juni 2026

Terkini Nasional

Update Jatuhnya Pesawat ATR: Korban Kedua Ditemukan, Evakuasi Terkendala Cuaca Ekstrem

Selasa, 20 Januari 2026 10:10 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM, MAROS –  Satu korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, ditemukan Tim SAR gabungan, Senin (19/1/2026).

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan, penemuan korban itu berdasarkan laporan langsung dari tim SAR yang berada di lokasi kejadian.

“Dari hasil komunikasi kami yang terhubung langsung dengan tim di lapangan, hari ini kembali ditemukan satu korban. Kira-kira 15 menit yang lalu,” kata Syafii saat konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar, kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Senin siang.

Dengan penemuan tersebut, total korban yang telah ditemukan hingga hari ketiga pencarian berjumlah dua orang.

Sementara, korban kedua ditemukan pada kedalaman 500 meter.

Meski demikian, Basarnas belum dapat memastikan identitas korban yang baru ditemukan tersebut.

“Kami sampaikan bahwa untuk penentuan identitas korban bukan kewenangan kami. Itu akan dideklarasikan oleh DVI Mabes Polri,” jelasnya.

Berdasarkan informasi awal dari lapangan, korban kedua yang ditemukan diduga berjenis kelamin perempuan.

Baca: Ada Harapan Hidup! Smartwatch Co-Pilot ATR Masih Rekam Langkah Kaki, Keluarga Minta Bantuan Prabowo

Sementara korban pertama yang ditemukan sebelumnya diduga berjenis kelamin laki-laki ditemukan  di lereng sedalam 200 meter.

Namun, kepastian terkait identitas maupun kondisi korban tetap menunggu hasil resmi dari tim DVI Polri.

Ia menjelaskan, lokasi penemuan korban berada di area dengan kondisi medan yang sangat ekstrem.

“Kondisi lokasi sangat terjal, hampir tegak lurus. Kedalamannya cukup ekstrem dan didominasi bebatuan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini korban telah berada bersama tim penyelamat di lokasi, namun proses evakuasi masih menghadapi kendala cuaca dan medan.

“Korban sudah bersama rescuer, namun evakuasi masih menunggu kondisi yang memungkinkan,” katanya.

Tim SAR saat ini masih mengandalkan kombinasi operasi udara dan darat dalam proses pencarian dan evakuasi.

Awalnya, evakuasi direncanakan menggunakan helikopter karena jarak tempuh dari lokasi ke bandara relatif dekat, kurang dari 10 menit.

Namun, kondisi cuaca yang tidak mendukung membuat evakuasi udara belum dapat dilakukan secara maksimal.

“Cuaca menjadi tantangan utama. Base cloud rendah dan di ketinggian kondisinya lebih tebal,” jelasnya.

Selain korban, tim SAR juga menemukan sejumlah bagian pesawat serta benda-benda yang diduga milik korban.

Seluruh temuan tersebut akan dikumpulkan untuk kemudian diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan pihak kepolisian sesuai kewenangannya.

Hingga saat ini, lebih dari 1.200 personel SAR gabungan masih dikerahkan dan pencarian dibagi ke dalam empat sektor.

Basarnas juga tengah berkoordinasi dengan BMKG dan BNPB untuk kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca guna mempercepat proses pencarian dan evakuasi.

“Kami masih berada dalam fase golden time. Mohon doa agar seluruh korban dapat ditemukan,” pungkas Kepala Basarnas.

(Tribun-Video.com/Tribunnews)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Elvera Kumalasari
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved