Terkini Nasional
Bukan Perampokan! Anak Petinggi PKS di Cilegon Diduga Korban Pembunuhan Salah Target
TRIBUN-VIDEO.COM - Kabar kematian MAHM (9), anak seorang petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Haji Maman Suherman di Cilegon perlahan mulai terbuka.
Kasus ini geger setelah MAHM (9) tewas mengenaskan di rumah mewah Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, Selasa (16/12/2025).
Polisi mengungkap adanya fakta baru yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP).
Temuan itu kini menjadi bagian penting dalam merangkai kronologi peristiwa dan menguatkan arah pengusutan yang dilakukan aparat kepolisian.
Di sisi lain, pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel memberikan analisis dari sudut pandang psikologis, dengan menduga korban bukanlah target pelaku sebenarnya.
Baca: Polisi Klaim Tak Ada Perampokan dalam Pembunuhan Anak Politisi PKS Cilegon, Apa Motif Pelaku?
Fakta Singkat:
Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menilai MAHM (9) kemungkinan hanya menjadi korban pengganti.
Polisi menemukan 22 luka di tubuh korban, terdiri dari 19 luka tusuk dan tiga luka memar.
Tidak ada barang berharga yang hilang.
Dugaan ini muncul setelah mencermati karakter kejadian, kondisi di lokasi, serta pola kekerasan yang terindikasi.
Meski demikian, polisi menegaskan seluruh temuan masih dalam tahap pendalaman dan belum menyimpulkan motif akhir.
Saat ini, polisi terus mengumpulkan alat bukti serta keterangan saksi untuk memastikan duduk perkara secara utuh dan objektif.
Temuan Baru Polisi
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menduga putra bungsu dari Maman Suherman, ini diduga dibunuh.
Ini sekaligus menampik dugaan perampokan seperti narasi yang berkembang beberapa hari terakhir.
Maman Suherman, ayah korban adalah anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, sekaligus pengusaha.
Dalam kasus ini, Polres Cilegon telah memeriksa delapan orang saksi dan mengamankan barang bukti berupa rekaman CCTV dari sekitar lokasi.
"Dugaan sementara untuk kasus ini itu dugaan pembunuhan, dapat dilihat dari bagaimana keadaan korban di rumah sakit," kata Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Kamis (18/12/2025).
"Dari Polres Cilegon sudah membuat LP yang mencantumkan dugaan pembunuhan jadi bukan perampokan," sambungnya.
Polisi memastikan, tidak ada barang-barang berharga yang hilang dari rumah Maman.
Kepastian itu didapat setelah petugas melakukan pemeriksaan dan mendengar keterangan dari pemilik rumah.
"Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang," ungkap Kepala Seksi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, melalui pesan WhatsApp kepada Kompas.com, Rabu (17/12/2025).
Baca: Menkeu Purbaya Cari-cari Dirjen Pajak Jelang Konferensi Pers APBN: Belum Dateng, Dia Kabur Nih
Analisis Pakar
Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menduga korban bukanlah target pelaku sebenarnya.
Reza Indragiri juga mempertimbangkan kasus tersebut yakni meninggalnya seseorang akibat perbautan orang lain.
Sehingga, kata Reza, insiden tragis itu tidak semata-mata akibat pembunuhan atau pasal 338 KUHP.
"Tapi ada orang yang meninggal akibat perbuatan orang lain misalnya dalam bentuk penganiayaan, pengeroyokan, pembunuhan berencana dan kemungkinan lainnya sehingga kemungkinan pasalnya sangat beragam," kata Reza dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Kamis (18/12/2025).
Oleh karena itu, Reza mengatakan dirinya patut berspekulasi lebih tepat korban meninggal akibat perbuatan orang lain.
Reza juga menyoroti kondisi korban yang tewas dengan luka parah. Ia menduga pelaku tidak sungguh-sungguh menjadikan korban sebagai target aksi kejahatan.
"Boleh jadi pelaku mengincar pihak lain yang punya keterkaitan dengan korban misalnya orangtua korban," katanya.
Namun, lanjut Reza, pelaku tidak dapat melakukan serangan frontal terhadap orangtua korban sehingga bocah berusia 9 tahun itu menjadi objek pengganti.
Karena hitung-hitungan di atas kertas anak-anak termasuk kelompok rentan jadi korban kejahatan," imbuhnya.
Mengenai dugaan orang dekat, Reza membayangkan pelaku memiliki akses ke rumah mewah tersebut.
Pelaku juga dapat memperkirakan kondisi dalam rumah tersebut.
"Saya memilih menggunakan orang yang mengenal situasi rumah dan keluarga tersebut," katanya.
Baca: Tak Hanya Batasi Bantuan Kemanusiaan Gaza, Israel juga Perintahkan Warganya Hancurkan Truk Bantuan
Luka Tusuk
Sementara itu, Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Darmawan mengatakan ada total 22 luka di tubuh MAHM.
"Total ada 22 luka, terdiri dari 19 luka tusukan atau kekerasan benda tajam dan tiga luka memar dari kekerasan benda tumpul," jelas Sigit dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (18/12/2025)
Akibat banyaknya luka tersebut, MAHM mengalami pendarahan hebat yang menyebabkan tewas.
Dua hari sejak terjadinya pembunuhan, polisi sampai saat ini belum menemukan alat yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban.
"Untuk benda-benda tersebut belum ada, itu masih dicari, belum ditemukan," katanya.
Sebelumnya, Sigit mengatakan tidak ada barang berharga yang hilang dari kediaman Haji Maman di kawasan Ciwaduk, Kota Cilegon.
Padahal, narasi yang beredar mengatakan kasus tersebut merupakan perampokan disertai pembunuhan.
"Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang," ujar Sigit, Rabu (17/12/2025), masih dilansir Kompas.com.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Kematian Anak Petinggi PKS Cilegon: Polisi Temukan Fakta Baru di TKP, Pakar Duga Korban Pelampiasan
#viraldimediasosial #ANAKPETINGGIPKS #petinggipks #anakdibunuh #cilegon #kasuspembunuhan
Video Production: Lulu Adzizah F
Sumber: TribunJakarta
Tribunnews Update
Tersangka Pembunuhan Dokter di Gayo Lues Pakai Uang Curian untuk Main Judol hingga Beli Sabu
Kamis, 26 Maret 2026
Tribunnews Update
Pembunuh Dokter di Gayo Lues Sempat Lakukan Pelecehan Seksual, Korban Dicekik hingga Disumpal
Kamis, 26 Maret 2026
Tribunnews Update
Pelanggan Bunuh Wanita Pemilik Warung Remang di Subang Gegara Sakit Hati Ditolak Hubungan Intim
Kamis, 26 Maret 2026
Tribunnews Update
Kronologi Wanita Pemilik Warung Remang di Subang Tewas Dibunuh Pelanggan karena Tolak Ajakan Intim
Kamis, 26 Maret 2026
LIVE UPDATE
Tindak Lanjut Kasus Pembunuhan WNA Belanda di Kerobokan Badung, 2 Pelaku Masih Diburu Polisi
Kamis, 26 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.