Berikan Pembekalan kepada Capaja 2019 Kapolri Tito Karnavian Sebut Batman hingga Gundala

Sabtu, 13 Juli 2019 17:24 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lendy Ramadhan

TRIBUN-VIDEO.COM - Kapolri Jend. Pol. Tito Karnavian singgung perfilman Indonesia dalam acara pembekalan Calon Perwira Remaja (Capaja) di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (12/7/2019).

Ia membahas mengenai Gundala yang merupakan pahlawan super hasil karya penulis asal Jogjakarta bernama Hashmi dengan cara bertanya kepada para Capraja 2019.

Hanya sedikit dari 781 Capraja 2019 dari Akdemi TNI dan Polri yang mengacungkan jarinya ke udara ketika Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menanyakan kepada mereka soal tokoh pahlawan fiktif Indonesia Gundala Putra Petir.

Kebanyakan mereka terdiam dan sebagian lainnya menoleh ke rekan di samping kanan dan kirinya.

"Kemarin saya bersyukur di Plaza Senayan saya nonton Gundala. Coba saya tanya anak sekarang. Ada yang tahu Gundala?" tanya Tito kepada para Capraja

Kemudian seorang Capraja atau taruna terlihat mengangkat tangannya.

Kemudian setelah dipersilakan menjawab, Capraja tersebut pun kemudian menjawab dengan lantang.

"Siap. Putra Petir, Jenderal!" jawab taruna tersebut.

Tito pun membenarkannya yang kemudian disambut tepuk tangan para taruna dan taruni tersebut.

Setelah foto tokoh pahlawan fiktif Indonesia Gundala Putra Petir ditampilkan di layar lebar, kemudian Tito kembali bertanya.

"Ada yang tahu Batman?" tanya Tito yang kemudian disambut oleh acungan tangan dari hampir seluruh Capraja tersebut.

"Superman ada yang tahu?" tanya Tito lagi uang juga disambut oleh acungan tangan dari hampir seluruh Capraja.

Ia pun menjelaskan, apa yang dipetiknya dari peristiwa tersebut.

"Yang saya petik satu saja, Batman produk Indonesia atau Amerika? Gundala Indonesia apa Amerika? Anak-anak kita sekarang dicekoki oleh heroisme dari luar bukan dari Indonesia. Adik-adik ini ingin jadi Batman, Superman," kata Tito.

Ia pun kembali bertanya.

"Ada yang tahu Si Buta dari Goa Hantu?" tanya Tito yang kemudian dijawab dengan acungan sejumlah taruna dan taruni.

"Kim Kardashian tahu?" tanya Tito kembali.

"Pasti tahu, karena sering banyak Google nih," kata Tito sambil tertawa.

Ia pun kembali menjelaskan, bahwa hal itu adalah bagaimana budaya Indonesia sudah dipentrasi.

Penetrasi itu menurutnya, adalah bentuk potensi perpecahan bangsa yang juga harus dihadapi.

"Budaya kita itu sudah dipenetrasi. Itulah kira-kira potensi perpecahan bangsa kita yang harus kita waspadai," kata Tito.

Saat itu, sebanyak 781 Capraja Akademi TNI-Polri tampak memperhatikan dengan seksama.

Sebagian di antaranya tampak mencatat materi yang disampaikan Tito pada buku catatan yang mereka bawa masing-masing.

Para capaja tersebut berasal dari Akademi Angkatan Darat sebanyak 259 orang yang terdiri dari 244 putra dan 15 putri.

Kemudian dari Akademi Angkatan Laut (AAL) sebanyak 117 orang yang terdiri dari 103 putra dan 14 putri.

Dari Akademi Angkatan Udara (AAU) sebanyak 99 orang yang terdiri dari 90 putra dan 9 putri.

Kemudian dari Akademi Kepolisian (Akpol) sebanyak 306 orang yang terdiri dari 256 putra dan 50 putri.

Rata-rata rata usia mereka antara lain 21 sampai dengan 25 tahun.

Mereka rencananya akan dilantik sebagai perwira berpangkat Letnan Dua dan Inspektur Polisi Dua di Istana Merdeka pada Selasa (16/7/2019).

Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sulma Adji, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Tatang Sulaiman, Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia dan Kalemdiklat Polri Komjen Pol Arief Sulistyono.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Lendy Ramadhan
Videografer: Lendy Ramadhan
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved