Tribunnews WIKI

Gunung Slamet, Gunung Tertinggi Kedua di Pulau Jawa dengan Tinggi 3 428 Mdpl

Kamis, 11 Juli 2019 22:11 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COMGunung Slamet adalah gunung berapi yang berbentuk kerucut yang terdapat di barat Provinsi Jawa Tengah.

Gunung yang tertinggi kedua setelah Gunung Semeru, membuat Gunung Slamet selalu menjadi tujuan para pendaki.

Letak Gunung Slamet berbatasan dengan 4 kabupaten yaitu, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah.

Gunung Slamet mempunyai tinggi 3.428 meter di atas permukaan laut dan merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru.

Medan yang cukup sulit dan terjal di kawasan Gunung Slamet, justru menjadi tujuan bagi para pendaki.

Letak Gunung Slamet yang berada di kawasan wisata Baturaden yang menjadi andalan wisata Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Jenis hutan di Gunung Slamet merupakan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montana, dan hutan Ericaceous.

Geologi

Gunung Slamet terbentuk akibat pertemuan antara Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Eurasia di bagian selatan Pulau Jawa.

Retakan yang terbentuk karena pertemuan lempeng, membuka jalur lava Gunung Slamet ke permukaan.

Jenis gunung dari Gunung Slamet adalah stratovolcano.

Letusan Gunung Slamet tercatat sudah sejak abad ke-19. Sebelumnya, Gunung Slamet tercatat meletus pada tahun 1999.

Letusan lain dan erupsi skala kecil juga sering muncul di Gunung Slamet.

Lava pijar Gunung Slamet yang muncul menjadi aktivitas terakhir Gunung Slamet pada bulan Mei – Juni 2009.

Pada bulan Maret 2014, Gunung Slamet menunjukkan aktivitasnya, sehingga statusnya berubah menjadi ‘Waspada’.

Menurut data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas Gunung Slamet tergolong masih fluktuatif, artinya masih dapat berubah-ubah.

Pada Jumat, 14 Maret 2014, terjadi gempat letusan hingga 171 kali pukul 00.00 sampai 12.00 WIB. Dalam waktu yang sama juga tercatat sebanyak 57 kali gempa letusan dan 51 kali embusan.

Dalam pemantauan visual setelah letusan, asap putih tebah masih keluar dari kawah gunung ke arah timur setinggi kira-kira 1 km.

Mitos dan Cerita Rakyat

Kata ‘Slamet’ di Gunung Slamet berasal dari legenda yang konon turun temurun. Yaitu berasal dari Bahasa Jawa yang artinya ‘Selamat’.

Nama tersebut diberikan sebagai bentuk kepercayaan terhadap Gunung Slamet yang tidak pernah mengalami letusan besar, dan selalu memberi rasa aman bagi warga sekitar.

Selain itu, menurut cerita rakyat lokal, bahwa apabila Gunung Slamet pada akhirnya sampai meletus, maka dimungkinkan Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua bagian.

Selanjutnya, terdapat beberapa cerita dari masyarakat sekitar yang menuturkan bahwa terdapat mitos manusia kerdil dan pasar hantu di sektiar pos pendakian Gunung Slamet.

Jalur Pendakian

Jalur pendakian Gunung Slamet tergolong jalur yang dikenal cukup sulit karena hampir di sepanjang rute pendakian tidak terdapat sumber mata air.

Selain itu, faktor menyulitkan lainnnya dalam pendakian di Gunung Slamet adalah adanya kabut yang cukup pekat dan sering berubah-ubah.

Berikut adalah beberapa pilihan jalur pendakian yang ada di Gunung Slamet.

Jalur Blambangan

Jalur Blambangan terletak di desa Blambangan, Kabupaten Magelang. Jalur yang dilalui tidak terlalu terjal dan ramai pendaki.

Estimasi perjalanan melewati jalur Blambangan adalah sekitar 11,5 jam yang terdiri dari 9 pos.

Jalur Kaliwadas

Jalur Kaliwadas adalah jalur alternatif bagi pendaki pemula. Jalur ini tidak terlalu ramai dan mempunyai track yang ramah.

Estimasi perjalanan melewati jalur Kaliwadas adalah sekitar 11 jam dan harus melewati 5 pos.

Jalur Guci

Jalur Guci terletak di desa Guci, Kabupaten Tegal. Jalur ini mempunyai bentang alam yang indah letaknya tidak jauh dari pemandian air panas Guci, di Kabupaten Tegal.

Terdiri dari 5 pos, jarak tempuh perjalanan melewati jalur Guci adalah sekitar 9,5 jam.

Jalur Baturaden

Jalur Baturaden adalah jalur yang esktrim dilalui. Sebab sepanjang perjalanan, track yang dilalui adalah bebatuan terjal menanjak, bercabang, dan licin.

Jalur ini terletak di Kabupaten Purwokerto, mempunyai 3 pos pendakian dengan estimasi waktu yang ditempuh adalah sekitar 11 jam perjalanan.

Jalur Sawangan

Jalur Sawangan adalah jalur pendakian baru. Jalur ini terletak di Kabupaten Tegal. Akses jalannya mudah untuk dilalui para pendaki.

Terdapat 6 pos pendakian yang dapat dilalui dengan estimasi waktu 9 jam.

Jalur Kaligua

Jalur Kaligua adalah jalur yang jarang dilewati para pendaki, sehingga pemandangan dan vegetasi alam masih sejuk.

Terdapat 5 pos pendakian yang dapat dilalui dengan estimasi waktu 9 jam.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gunung Slamet

ARTIKEL POPULER:

Cerita Anak Korban Tabrak Lari di Overpass Manahan, Sebelumnya Antar Cari Bus di Terminal Tirtonadi

Video Seorang Ibu Tertabrak Mobil di Overpass Manahan, Pelaku Melarikan Diri

Video Detik-detik Mobil Tabrak Motor di Overpass Manahan, Korbannya Seorang Ibu Tewas di Tempat

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved