Minggu, 31 Agustus 2025

Tribunnews Update

Unjuk Rasa di Padang Chaos! Demo Diwarnai Aksi Dorong-dorong hingga Lempar Botol ke Mapolda

Jumat, 29 Agustus 2025 23:07 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Unjuk rasa massa dari kelompok ojek online (ojol), mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil di depan Mapolda Sumatera Barat (Sumbar) diwarnai dorong-dorong pagar hingga pelemparan botol, Jumat (29/8/2025) sore.

Massa melempar botol ke arah gedung Mapolda hingga melakukan aksi dorong pagar yang tertutup sebagai bentuk kekecewaan karena Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, tak kunjung menemui mereka.

Aksi dimulai sejak pukul 16.00 WIB. Ratusan massa datang dengan atribut khas masing-masing. Ojol mengenakan jaket hijau dan kuning mereka.

Sementara mahasiswa dan organisasi kepemudaan membawa almamater, bendera, serta poster bertuliskan sindiran keras kepada aparat.

Massa juga mengibarkan bendera bergambar anime One Piece sebagai bentuk ekspresi kekecewaan mereka.

Kekecewaan massa aksi mulai terjadi saat massa yang berorasi mendesak Kapolda untuk keluar. 

Namun hingga pukul 18.00 WIB tak kunjung ada jawaban, sebagian massa kemudian melempar botol ke arah pagar Mapolda dan mendorong pagar yang dijaga aparat.

Situasi sempat reda saat massa berhenti untuk melaksanakan salat Magrib.

Hingga pukul 18.50 WIB, massa aksi masih bertahan untuk bertemu Kapolda Sumbar untuk menyampaikan tuntutannya.

Aksi Teatrikal

Aksi teatrikal menjadi sorotan dalam unjuk rasa yang digelar ratusan massa dari ojek online (ojol), mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil di depan Mapolda Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (29/8/2025).

Mereka menggelar teatrikal menggambarkan kekerasan yang dinarasikan dilakukan oleh aparat kepolisian, sebagai bentuk protes atas tewasnya Affan Kurniawan yang dilindas rantis Brimob.

Aksi dimulai pukul 16.00 WIB. Massa datang dengan pakaian dan atribut khas masing-masing. 

Ojol mengenakan jaket hijau, kuning mereka, sementara mahasiswa dan organisasi kepemudaan hadir memakai almamater, membawa bendera organisasi, serta poster bertuliskan kritik keras kepada aparat.

Teatrikal yang diperagakan memperlihatkan adegan seseorang terjatuh dan meninggalkan dunia usai dianiaya dengan mengunakan jaket ojol.

Mereka melakukan simulasi tindak kekerasan, sebagai simbol dugaan represifitas yang mengakibatkan korban jiwa. Adegan ini disambut sorakan peserta aksi yang terus meneriakkan yel-yel hingga lagu perlawanan.

Selain teatrikal, massa juga melakukan aksi simbolik lain dengan mengumpulkan uang receh yang dimasukkan ke dalam botol plastik. 

Mereka menyebut aksi ini sebagai bentuk sindiran terhadap aparat kepolisian dan simbol solidaritas untuk keluarga Affan Kurniawan.

Sementara uang uang yang dikumpulkan diletakkan ke kaki personil kepolisian yang bertugas. Pihak kepolisian tampak hanya diam saat teatrikal itu berlangsung.

Aktor teatrikal juga menyampaikan beberapa keresahannya terkait kekerasan yang dilakukan oleh kepolisian.

Sementara, badan aktor teatrikal juga bertuliskan sendirian terhadap pihak kepolisian yang melakukan kekerasan.

Di lokasi, ratusan polisi terlihat berjaga untuk mengamankan aksi. Sementara hingga pukul 18.10 WIB massa aksi masih bertahan di Mapolda Sumbar.

Sebelumnya diberitakan ratusan massa yang terdiri dari kelompok ojek online (ojol), mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta masyarakat sipil menggelar aksi di depan Mapolda Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (29/8/2025).

Aksi ini merupakan bentuk solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan yang tewas usai dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

Pantauan TribunPadang.com di lokasi, aksi ini dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. 

Massa datang dengan pakaian khas masing-masing. Para ojol terlihat mengenakan jaket hijau dan kuning kebanggaan mereka, sementara mahasiswa dan organisasi kepemudaan datang dengan mengenakan almamater dari kampus dan organisasinya masing-masing.

Selain itu, massa aksi juga membawa spanduk dan bendera dari organisasi masing-masing.

Salah satu Koordinator aksi, dari Dewan energi sumatera barat Adri S menyebut, unjuk rasa ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas atas kematian tragis Affan Kurniawan.

Mereka menuntut agar aparat penegak hukum mengusut tuntas peristiwa tersebut dan menegakkan keadilan bagi keluarga korban.

Sementara Adri juga menyayangkan sikap Kapolda Sumbar yang tidak menemui massa aksi.

Selain itu massa aksi juga tampak beberapa kali menyoraki polisi yang bertugas sebagai pembunuh.

Sementara hingga pukul 16.30 WIB massa aksi semakin bertambah. Massa aksi yang baru datang berasal dari Universitas Negeri Padang.(*)

Editor: Radifan Setiawan
Reporter: Putri Dwi Arrini
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved