Tribunnews Update
Demonstran di Semarang Marah Polisi Tolak Diskusi, Markas Polda Jateng Digeruduk Massa Aksi
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Aksi solidaritas atas kematian Affan Kurniawan seorang ojek online Jakarta yang meninggal dunia akibat dilindas mobil rantis Brimob terus berlangsung hingga petang ini di sepanjang jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (29/8/2025).
Kendati polisi telah memukul mundur, massa aksi terus berupaya bertahan dan melawan balik.
Sejumlah cara dilakukan polisi untuk memukul mundur massa aksi dengan menggunakan gas air mata dan meriam air.
Hingga pukul 18.32, tampak polisi terus menembakan gas air mata.
Ratusan massa aksi yang terdiri dari mahasiswa, anak STM dan ojek online itu tetap berusaha bertahan.
Perwakilan massa aksi, Ervina sempat maju ke arah polisi. Dia meminta polisi untuk melakukan pembicaraan tetapi tak ada yang menanggapi.
Sebaliknya, petugas menyuruh peserta aksi untuk pulang karena sudah petang.
Seorang Ojek Online, Edo mengaku, nekat turun ke jalan bersama mahasiswa karena solidaritas untuk ojol Jakarta yang meninggal akibat dilindas mobil polisi.
Dia pun menyayangkan aksi demonstrasi yang ditanggapi secara represif oleh kepolisian.
Sementara, Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Jawa Tengah, Natael Bremana mengatakan, aksi mahasiswa ini sebagai bagian dari mendesak presiden memecat kapolri sekaligus meminta maaf kepada kepada rakyat Indonesia.
Sementara Ketua Koordinator Demo Ojol Jawa Tengah, Thomas mengaku, pihaknya telah bertemu dengan Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut yang hasilnya kepolisian telah memfasilitasi ojol untuk menggelar aksi doa bersama di halaman Mapolda Jateng.
Meskipun begitu, dia tidak melarang para ojol lainnya yang mau ikut demonstrasi bersama para mahasiswa.
Ia pun membantah kegiatan doa bersama bukan berarti dialihkan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jateng Kombes Pol Artanto membenarkan soal pertemuan ojol dengan Kapolda Jateng.
Markas Polda Jawa Tengah digeruduk oleh massa aksi gabungan dari para driver ojek online dengan aliansi mahasiswa Semarang.
Aksi tersebut merupakan buntut kematian Affan Kurniawan seorang ojek online Jakarta yang meninggal dunia akibat dilindas mobil rantis Brimob.
Ratusan massa aksi sudah mulai memadati Polda Jateng sejak pukul 15.00 WIB.
Peserta massa aksi terdengar menyanyikan sejumlah yel-yel yang mengkritik polisi.
Selain itu, mereka juga melakukan orasi.
Kondisi demonstrasi sempat memanas pada pukul 16.00 WIB.
Sejumlah massa aksi melempar sejumlah botol mineral ke kepolisian yang menjaga ketat pintu gerbang utama Polda Jateng di Jalan Pahlawan.
Sementara dari sisi dalam Mapolda Jateng, ratusan personel telah disiagakan.
Puluhan mobil dan kendaraan barakuda juga disiagakan.
Polisi menembakan gas air mata berulang kali dan menembakkan meriam air ke arah aksi demonstran.
Peserta aksi sempat mundur tetapi mereka terus berusaha masuk ke area Polda Jateng.(*)
Reporter: Putri Dwi Arrini
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Usai Kapal Kini Bandara Kuwait Terbakar buntut Diserang Drone Iran, Ketegangan Teluk Berlanjut
Rabu, 1 April 2026
Viral News
GEGER TIKUS MBG! BGN di Semarang Beri Respons Cepat, Pengawasan & SOP MBG Diperketat
Rabu, 1 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Sidang Vonis Eks Sekretaris MA Nurhadi Kasus Gratifikasi dan TPPU Digelar Hari Ini di PN Tipikor
Rabu, 1 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Menaker Sebut WFH Swasta Bersifat Imbauan, Teknis Diatur Perusahaan Tak Harus Hari Jumat Seperti ASN
Rabu, 1 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Atlet Muda Wushu Indonesia Noach Banggakan RI, Berhasil Raih 2 Emas & 1 Perak di Kejuaraan Dunia
Rabu, 1 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.