Tribunnews Update
DPR Tetap Gelar Rapat meski Demo di Luar Kompleks Parlemen Memanas, Dasco & Puan Beri Respons
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tetap menggelar rapat seperti biasa di tengah demo ricuh di luar kompleks parlemen pada Senin (25/8).
Suasana di dalam kompleks Parlemen Senayan, Jakarta tampak berjalan normal.
Berdasarkan pantauan dari siaran Youtube TVR Parlemen rapat tetap digelar.
Ruang-ruang rapat di DPR RI tetap kondusir.
Agenda rapat kerja dan rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama pemerintah maupun sejumlah organisasi masyarakat tetap berlangsung sesuai jadwal.
Di salah satu ruang rapat, Komisi I DPR RI menggelar RDPU membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran.
Rapat itu menghadirkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), serta Koordinator Komite Nasional Pengendalian Tembakau sebagai narasumber.
Di ruang lain, Komisi II DPR RI rapat kerja dengan Menteri Dalam Negeri dan gubernur, bupati dan walikota seluruh Indonesia.
Kondisi di dalam gedung DPR yang tetap kondusif ini kontras dengan situasi di luar parlemen.
Aksi unjuk rasa dari berbagai lapisan masyarakat di depan Gedung DPR/MPR RI berujung ricuh.
Massa memaksa menerobos barikade polisi hingga masuk ke jalur tol dalam kota.
Kericuhan pecah setelah terjadi aksi saling dorong.
Massa melemparkan batu, botol plastik, dan bambu runcing ke arah aparat, sementara polisi merespons dengan semprotan air dan menembakkan gas air mata.
Setelah dipukul mundur, massa aksi bergeser ke Gerbang Pancasikla dan keributan kembali pecah di Jalan Gelora.
Berdasarkan pantauan Tribunnews sekitar pukul1 5.00 WIB, massa aksi yang didominasi pelajar terus berdatangan ke Gerbang Pancasila.
Ketegangan mulai meningkat ketika sejumlah peserta aksi menggoyang-goyang pagar DPR, yang kemudian direspons cepat oleh aparat polisi.
Baca: LIVE: Prabowo Beri Penghargaan ke Dasco di Tengah Demo Rakyat soal Tunjangan Rp50 Juta untuk DPR
Tanpa didahului peringatan panjang, aparat kepolisian langsung memukul mundur massa dan membakkan gas air mata ke arah kerumunan.
Tembakan gas air mata membuat massa aksi kocar-kacir menyelamatkan diri dari Jalan Gelora ke arah Jalan Palmerah Timur ke arah Stasiun Palmerah.
Sejumlah peserta aksi terlihat terbatuk-batuk dan menutup wajahnya untuk mengurangi dampak gas.
Sementara itu, polisi terus melakukan penjagaan ketat di area gerbang belakang agar massa tidak kembali mendekat.
Situasi di sekitar Jalan Gelora terpantau kacau dengan banyaknya peserta aksi yang berlarian.
Hingga pukul 15.10 WIB, aparat kepolisian masih bersiaga penuh di Gerbang Pancasila dengan tameng, kendaraan taktis, serta unit water cannon yang disiagakan untuk mengantisipasi keributan susulan.
Adapun massa aksi yang tergabung dalam gerakan 'Revolusi Rakyat Indonesia' menyuarakan 9 tuntutan.
Besaran tunjangan anggota DPR juga menjadi salah satu isu utama yang diangkat pengunjuk rasa.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kericuhan Pecah di Pintu Belakang DPR, Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Massa yang Mayoritas Pelajar
Reporter: Rima Anggi Pratiwi
Video Production: Januar Imani Ramadhan
Sumber: Tribunnews.com
Nasional
Isu Pilkada melalui DPRD Mencuat, Pimpinan Gerindra, PAN, Golkar, dan PKB Gelar Pertemuan Tertutup
Selasa, 30 Desember 2025
TRIBUNNEWS UPDTAE
Demo Kenaikan UMP 2026 di Jakarta, Aksi Lanjutan Bisa Capai 20 Ribu Demonstran dari Berbagai Wilayah
Selasa, 30 Desember 2025
TRIBUNNEWS UPDTAE
LIVE: Aksi Demo Buruh di Jakarta Tuntut soal UMP | 16 Lansia Meninggal dalam Kebakaran Panti Jompo
Selasa, 30 Desember 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
Beda dengan Gerindra dan Golkar, PDIP Tolak Usulan Kepala Daerah Dipilih oleh DPRD Itu Hak Rakyat
Senin, 29 Desember 2025
Live Tribunnews Update
Sempat Memanas, Massa Demo Buruh Dobrak Pagar Gedung Sate Minta Dedi Mulyadi Sahkan Revisi UMSK
Senin, 29 Desember 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.