Terkini Nasional
Pengakuan Eks Rektor UGM Bongkar Kuliah Jokowi: Nilai JEBLOK! Ijazah S1 Tak Ada!
TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan Rektor UGM, Prof Sofian Effendi membongkar terkait kuliah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Di mana pernyataan ini mencuat di tengah polemik kasus dugaan ijazah palsu Jokowi yang semakin memanas.
Prof Sofian Effendi buka suara terkait ijazah Jokowi saat bertemu dengan Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar.
Perbincangan itu disiarkan melalui kanal YouTube Balige Academy pada Rabu (16/7/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Sofian Effendi menyebut bahwa Jokowi bukanlah mahasiswa berprestasi seperti yang disampaikan sejumlah orang.
Sofian mengungkapkan, nilai Jokowi di semester awal kuliah di Fakultas Kehutanan UGM bahkan tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan ke jenjang S1.
Menurutnya, transkip nilai yang dipampang oleh Bareskrim Polri beberapa waktu lalu adalah nilai saat Jokowi mengambil program Sarjana Muda.
Sofian mengaku sudah mencari informasi dari rekan-rekannya pengampu di Fakultas Kehutanan.
Dia pun bercerita, Jokowi memang pernah tercatat sebagai mahasiswa di Fakultas Kehutanan UGM.
Jokowi disebutnya masuk kuliah pada tahun 1980.
Baca: Respons PDIP Aria Bima soal Agenda Politik Besar di Balik Pemakzulan Wapres Gibran & Kasus Ijazah
Menurut Prof Sofian, Jokowi masuk UGM berbarengan dengan kerabatnya yang bernama Hari Mulyono
Namun menurutnya ada perbedaan mendasar antara Jokowi dan Heri Mulyono.
Hari Mulyono, saat itu, dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas dan aktif di berbagai organisasi.
Berbeda dengan Jokowi, menurut Prof Sofian, di dua tahun kuliahnya, nilainya buruk.
Sofian menyebut menurut informasi dari para profesor dan mantan dekan, Jokowi itu tidak lulus di tahun 1982 di dalam penilaian.
Ada empat semester dinilai kira-kira 30 mata kuliah, dia indeks prestasinya tidak mencapai.
Transkip nilai di dua tahun pertama itulah yang ditampilkan oleh Bareskrim Polri dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Menurutnya, tidak mungkin seorang mahasiswa sarjana muda bisa melanjutkan ke jenjang S1 ketika nilainya tidak memenuhi syarat.
Maka, dia pun heran ketika beredar skripsi Jokowi yang seolah-olah dibuat untuk memenuhi syarat untuk lulus S1.
Karena penasaran, Prof Sofian sempat menanyakan langsung kepada pihak UGM perihal sripsi Jokowi yang beredar itu.
Dengan tidak adanya skripsi yang disahkan, Prof Sofian memastikan maka Jokowi tidak mungkin memiliki ijazah S1.
Di sisi lain, Prof Sofian juga mendengar rumor bahwa Jokowi pernah meminjam ijazah Hari Mulyono untuk kepentingan tertentu.
Di kesempatan sama, Prof Sofian juga memastikan Kasmudjo tidak pernah menjadi pembimbing Jokowi, baik pembimbing akademik apalagi pembimbing skripsi.
Dia adalah Guru Besar Ilmu Administrasi Negara Universitas Gadjah Mada.Dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada tahun 1999 hingga 2000. Prof Sofian menjabat sebagai Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara pertama sejak 27 November 2014 sampai 3 Oktober 2019.
Baca: Istana Bongkar Alasan Prabowo Pilih Gelar Upacara HUT Ke-80 RI Bukan di IKN seperti Era Jokowi
(Tribun-Video.com / Rima Anggi)
Video Production: Yogi Putra Anggitatama
Sumber: Tribun Video
Tribunnews Update
Roy Suryo Siap Bekingi JK: Tawari Jadi Saksi, Desak Jokowi Tunjukkan Dokumen Ijazah ke Publik
Kamis, 9 April 2026
Terkini Nasional
JK Geram Tanggapi Bantahan Rismon Soal Video AI: Bisa Saja Dia Suruh Orang Buat Video Itu
Kamis, 9 April 2026
Terkini Nasional
Jusuf Kalla Sarankan Presiden Jokowi Perlihatkan Ijazah Asli demi Sudahi Kegaduhan di Masyarakat
Kamis, 9 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Jokowi Bereaksi Rumah Jadi Replika 'Tembok Ratapan Solo' di Roblox: Kreatif, Kebebasan Berekspresi
Kamis, 9 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Dokter Tifa Curiga soal Jusuf Kalla Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah: Sinyal Ada Sesuatu Disembunyikan
Kamis, 9 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.