Local Experience
Dari Masa Sulit ke Hidangan Legendaris: Sejarah Panjang Sate Kere
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Sate kere merupakan sate dengan bahan dasar jeroan sapi seperti kikil, usus, lemak, hati, jantung, dan tempe gembus.
Sate kere ini banyak kita jumpai di Kota Solo maupun Kota Jogja.
Sate kere tak hanya sebatas makanan tradisional saja, namun dibalik itu ada sejarah.
Tak hanya sekedar makanan untuk orang miskin, namun sate kere kini telah berubah menjadi makanan yang memiliki cita rasa yang khas.
pada zaman penjajahan Belanda, orang yang menyantap sate kere hanya orang-orang pribumi yang berasal dari masyarakat kurang mampu.
Sate kere yang terdiri dari tempe gembus dan jeroan sapi , karena pada zaman dahulu daging hanya dimakan oleh bangsa kolonial dan para priyayi.
Jeroan sapi dianggap limbah pangan oleh bangsa kolonial dan para priyayi makanya dipakai untuk membuat sate kere.
Dan terciptalah sate kere sajian sederhana yang dikonsumsi oleh kaum pribumi.
Sate kere ini disajikan dengan bumbu kacang, namun bumbu kacang tersebut berbeda dengan bumbu kacang sate pada umumnya.
Bumbu kacang yang disajikan dapat membuat tempe gembus memiliki rasa persis dengan daging.
Pada saat ini sate kere digemari oleh semua kalangan.
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Mengapa Namanya Sate Kere? Ini Dia Sejarahnya
Program : Local Experience
Editor Video : Untung Sofa Maulana
#localexperience #sejarah #kuliner #tempatwisata #kulinersolo #surakarta #shorts #satekere #kulinerlegendaris
Video Production: Untung SofaMaulana
Sumber: Tribun Jogja
Local Experience
Rahasia Donat Fresh by Order! Intip Proses Produksi Humble Donat Lampung
7 hari lalu
Local Experience
Sate Kere, Kuliner Khas Yogyakarta-Solo dengan Cita Rasa Berbeda
Minggu, 5 April 2026
Local Experience
Lokomotif Sunyi di Tugu Pahlawan Kerja, Saksi Ribuan Nyawa Melayang
Minggu, 5 April 2026
Local Experience
Merajut di Sela Mengurus Rumah, Karya Rajut Lokal Kini Diminati Banyak Orang di Berbagai Kalangan
Sabtu, 4 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.