Minggu, 19 April 2026

Terkini Nasional

Polemik Tambang Raja Ampat, Menteri Bahlil Diteriaki Penipu, Kabur Lewat Pintu Belakang

Sabtu, 7 Juni 2025 13:35 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Massa aktivis lingkungan meneriakkan yel-yel "Bahlil Penipu" saat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu berada di areal Bandara DEO Sorong, Sabtu (7/6/2025) pagi.

Teriakan tersebut pecah ketika Menteri Bahlil Lahadalia melalui seorang utusan meminta perwakilan massa bertemu dengannya di kawasan bandara.

Pada pukul 07.02 WIT, Bahlil Lahadalia diketahui keluar melalui pintu belakang bandara, sehingga memicu kemarahan dan kekecewaan para demonstran.

Menurut pemuda adat Raja Ampat Uno Klawen, selain PT Gag Nikel, tiga perusahaan lainnya yang masih beroperasi di wilayah Raja Ampat adalah PT Kawei Sejahtera Mining, PT Anugerah Surya Pratama dan PT Mulya Raymon Perkasa.

Baca: Tambang Nikel Raja Ampat Ternyata Milik Anak Usaha Antam, Bahlil Janji akan Tinjau ke Lapangan

"Bahlil penipu, karena dia hanya menyebut satu perusahaan, yaitu PT Gag Nikel, padahal di Raja Ampat ada empat perusahaan besar yang beroperasi," ujar Uno

Mereka juga berorasi lantang, menuntut pencabutan izin konsesi tambang nikel di seluruh pulau-pulau di Raja Ampat.

Adapun tiga poin utama tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut adalah:

Mendesak pemerintah agar mencabut izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Raja Ampat secara permanen.

Mendesak Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya agar tidak mengeluarkan izin kelapa sawit di seluruh wilayah adat Papua Barat Daya.

Menolak proyek strategis nasional (PSN) di wilayah Papua Barat Daya dan Tanah Papua secara keseluruhan.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsorong.com dengan judul Bahlil Diteriaki 'Penipu' di Bandara DEO Sorong, Massa Marah Menteri Kabur Lewat Pintu Belakang

# PT Gag Nikel # Raja Ampat # Bahlil Lahadalia # Menteri ESDM

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Bayu Pratama
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved