Tribunnews Update
Yaman Luncurkan Serangan Balasan, Targetkan Bandara Ben Gurion di Israel
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) meluncurkan rudal balistik hipersonik yang menargetkan Bandara Ben Gurion di Yafa, Kamis (29/5/2025).
Serangan tersebut mengganggu lalu lintas udara dan memaksa ribuan pemukim Zionis mengungsi ke tempat perlindungan.
Serangan ini sebagai respons keras terhadap gempuran Zionis di Bandara Sanaa.
Dilaporkan pasukan Israel menggempur pesawat pengantar jemaah Haji Yaman menuju Arab Saudi, Mekah.
Baca: Langit Suriah Memerah! Gudang Senjata Rudal Antikapal di Latakia Dibombardir Israel, 1 Orang Tewas
Beruntung, penumpang pesawat berhasil dievakuasi sebelum dibombardir Pasukan Zionis.
Sementara itu, Juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengklaim rudal berhasil mengenai sasaran dalam operasi militer terbaru.
Ia menegaskan bahwa serangan ini merupakan bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Dikabarkan sirene serangan udara sempat menggema di Tel Aviv dan sekitarnya hingga memicu kepanikan luas.
Baca: Pasukan Israel Dikelabuhi Brigade Al-Qassam hingga Tewas Terjebak dalam Perangkap
Bahkan Yaman berjanji akan melanjutkan blokade udara terhadap Israel hingga agresi dan pengepungan di Gaza dihentikan.
Adapun peringatan maskapai internasional agar tidak beroperasi di Bandara Ben Gurion, Israel.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Yaman Umumkan Keberhasilan Serangan Rudal Hipersonik Terhadap Bandara Ben Gurion
# Yaman # serangan # Bandara Ben Gurion # Israel
Reporter: Anggraheni WidyaWitari
Video Production: Muhammad TaufiqRahman
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik Timur Tengah: Iran Diminta Tak Mudah Percayai AS, Prabowo Incar Minyak Rusia
53 menit lalu
Tribunnews Update
Balas Serangan di Lebanon, Hizbullah Gempur Israel dengan Rudal di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran
2 jam lalu
Tribunnews Update
Eks Pejabat Libya Minta Iran Jangan Percaya Rencana Perdamaian AS, Belajar dari Kesalahan Masa Lalu
3 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.