Rabu, 22 April 2026

Local Experience

Benteng Amsterdam: Markas Perang Belanda yang Tersembunyi di Indonesia Timur

Sabtu, 31 Mei 2025 13:18 WIB
Kompas.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Benteng Amsterdam adalah sebuah bangunan bersejarah buatan Portugis yang berada di wilayah Negeri Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Benteng Amsterdam diketahui merupakan benteng tertua di provinsi tersebut.

Lokasi Benteng Amsterdam berjarak kurang lebih 42 km dari pusat Kota Ambon yang dapat ditempuh dalam waktu satu jam berkendara.

Luas batas terluar Benteng Amsterdam 5.860 meter persegi, sementara luas area gabungan struktur bastion benteng dan bangunan block huis di dalamnya sebesar 1.865 meter persegi.

Benteng Amsterdam mulanya hanya berupa bangunan loji milik Portugis yang dibangun oleh Francesco Serrao pada sekitar tahun 1512.

Saat itu bangunan loji ini difungsikan oleh Bangsa Portugis sebagai gudang penyimpanan rempah-rempah.

Namun ketika loji ini jatuh ke tangan Belanda di bawah pimpinan Gubernur Jenderal VOC Jan Ottens pada tahun 1637, bangunan ini diubah menjadi block huis dari batu yang dikelilingi pagar kayu.

Bangunan block huis ini kemudian diperkuat dan diperbesar pada tahun 1643 pada masa kepemimpinan Gubernur VOC di Maluku, Gerrad Demmer.

Baru pada masa kepemimpinan Gubernur VOC di Maluku, Arnold de Vlaming Van Oudshoorn (pengganti Demmer) block huis diberi nama nama Benteng Amsterdam dan diperkuat kembali tembok batu keliling lengkap dengan bastion pada tahun 1648 hingga 1656.

Perubahan fungsi Benteng Amsterdam sebagai benteng pertahanan ini tidak lepas dari adanya pertikaian antara VOC dengan Kerajaan Hitu yang terjadi pada tahun 1633 hingga 1654.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Benteng Amsterdam: Sejarah, Fungsi, dan Keunikan Bangunan

Program: Local Experience 
Editor Video: yohanes anton kurniawan

#benteng #amsterdam #ambon #sejarah #localexperience

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved