TRIBUNNEWS UPDATE
Jerumuskan WNI ke Jaringan Penipuan, HRD Perusahaan Scam Kamboja Dibekuk di Bandara Sam Ratulangi
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang WNI berinisial OZ ditangkap begitu tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Jumat sore.
Penangkapan ini jadi bagian dari upaya membongkar jaringan penipuan yang beroperasi di Phnom Penh, Kamboja.
OZ, yang datang dari Dumoga Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow, diduga bekerja sebagai HRD di perusahaan scam.
Kasusnya viral karena ia diduga aktif membujuk sejumlah WNI yang sudah aman di bawah perlindungan KBRI supaya kembali bekerja di sana.
OZ ini kemudian ditangkap aparat kepolisian dari Unit Renakta Polda Sulut, dipimpin AKBP Paulus Palamba, dibantu BP3MI.
Dari hasil penyelidikan, Oz disebut berperan penting dalam meyakinkan WNI untuk kembali ke perusahaan tersebut.
Sayangnya, janji-janji manis dari OZ ini berhasil membuat targetnya terjebak dan akhirnya balik lagi ke perusahaan itu.
Kini sebagian dari mereka yang sudah kembali ke Kambojatidak diketahui nasibnya.
Polisi dan pihak terkait terus berusaha menyelamatkan mereka dari eksploitasi lebih lanjut.
Terkini OZ sedang menjalani pemeriksaan di Polda Sulawesi Utara untuk mendalami lebih lanjut soal jaringan scam tersebut.
Ramainya warga Sulut yang nekat berangkat ke Kamboja, membuat banyak pihak menjadi waspada, termasuk akademisi dan aktivis perlindungan tenaga kerja.
Dalam beberapa minggu terakhir, pihak Bandara Sam Ratulangi Manado berkali-kali menggagalkan keberangkatan sejumlah orang ke Kamboja.
Bahkan, dalam beberapa hari saja, sudah ada sekitar 10 orang yang gagal terbang karena diduga akan bekerja di sana.
Dr. Natalia Lana Lengkong dari Universitas Sam Ratulangi Manado, melihat tren ini sebagai kasus yang serius.
Menurutnya, banyak yang sebenarnya sadar akan risiko di Kamboja, tapi tetap berangkat karena tergiur tawaran gaji tinggi.
Rata-rata korban berpikir bisa mendapat pekerjaan nyaman di restoran, hotel, atau bisnis lain, tapi kenyataannya jauh dari yang dibayangkan.
Namun begitu sampai, mereka justru masuk ke dunia yang penuh tekanan dan ancaman.
Lengkong juga mengingatkan supaya keluarga lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak mereka tertipu tawaran kerja yang terdengar bagus di awal.
Kesadaran ini harus ditanamkan sejak dini supaya tidak gampang terjerumus.
Dalam kondisi seperti ini, kerja sama antara aparat dan masyarakat sangat penting.
Ia mengapresiasi upaya kepolisian yang aktif menggagalkan keberangkatan, tapi mengingatkan agar para pekerja migran ini tidak langsung dianggap sebagai pelaku kejahatan. (*)
(Tribun-Video.com/Tribunmanado.com)
Reporter: Putri Dwi Arrini
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Pertemuan Langka Israel Lebanon di AS Hasilkan Lanjutkan Negosiasi Meski Tanpa Gencatan Senjata
2 hari lalu
Tribunnews Update
Rangkuman AS-Iran Trump Bersiap Lanjutkan Perundingan, Klaim Pertemuan Digelar di Pakistan Pekan Ini
2 hari lalu
Tribunnews Update
Trump Sebut Perang AS Iran Hampir Berakhir, Gencatan Senjata dan Negosiasi Kembali Dibahas
2 hari lalu
Tribunnews Update
Ancaman Trump ke Iran Picu Desakan Pemakzulan, Puluhan Demokrat Ajukan RUU Baru di Kongres AS
2 hari lalu
Tribunnews Update
Tak Terima Ditekan AS! China Ancam Balas Tarif 50 Persen Trump seusai Dituduh Kirim Senjata ke Iran
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.