Sabtu, 25 April 2026

Di Balik Layar

Saksi Hidup Kerusuhan Mei 1998 di Solo, Korban Tionghoa Diselamatkan Lewat 'Lubang'

Rabu, 28 Mei 2025 10:59 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Solo menjadi salah satu rentetan aksi massa dalam menuntut mundurnya Soeharto dari jabatannya sebagai presiden Indonesia pada 1998.

Selain itu, besarnya gelombang demonstrasi di Surakarta juga dipengaruhi oleh kegeraman mahasiswa terhadap aksi represif aparat dalam tragedi Moses Gatotkaca (Gejayan) dan Trisakti.

Wilayah Singosaren menjadi salah satu wilayah yang dibakar pendemo.

Mereka juga menargetkan kaum Tionghoa.

Baca: [EKSKLUSIF] Cerita Pembuat Tugu Biawak di Wonosobo yang Viral, Uang Gaji Tukang Dicuri Orang

Kerusuhan ini berubah menjadi sentimen rasial karena adanya stereotipe bahwa kaum Tionghoa patut dibenci karena mereka kaya raya dan dekat dengan penguasa.

Hal ini terjadi karena mereka banyak berurusan di sektor bisnis sehingga kekayaannya pun meningkat.

Sementara stereotipe kedekatan dengan penguasa disebabkan karena saat itu Soeharto sangat dekat dengan Taipan Sudono Salim.

Salah satu korban kerusuhan 1998 di Solo adalah Sumartono Hadinoto.

Baca: Cerita Pembuatan Patung Rajawali di Indramayu yang Viral, Kades Sumbang Uang Pribadi Rp80 Juta

Pengusaha dan petinggi di Perkumpulan Masyarakat Surakarta ini tak luput dari amukan massa.

Rumahnya dilempari batu, dan dia serta keluarga harus kabur melalui lubang kecil yang dibantu oleh para tetangganya.

Kengerian itu Sumartono ceritakan dalam Di Balik Layar bersama Tribunnews di Solo, Jawa Tengah!

(TribunVideo.com)

Editor: Tim Kreatif Tribun-video.com
Reporter: sara dita
Video Production: Diah Putri Pamungkas
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved