Nasional
BERANI TOLAK GRIB Jaya! Inilah Video Pecalang Buka Suara soal Kehadiran Ormas ke Bali
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Kehadiran organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di Bali mendapatkan penolakan keras dari pecalang.
Kabar ini berawal dari unggahan viral yang memperlihatkan acara pelantikan DPD GRIB Bali.
Dengan ramainya unggahan tersebut, pecalang atau perugas keamanan adat tradisional di Bali pun buka suara.
Baca: Pecalang Bali Tolak Ormas GRIB Hercules!, Tolak Mentah-mentah: Bali Cukup dengan Rakyat Sendiri
Video penolakan pecalang atas kehadiran ormas pimpinan Hercules itu dibagikan di Instagram Senator RI, Ni Luh Djelantik, Minggu (4/4/2025).
Awalnya, video itu memperlihatkan sosok bernama Rahmat yang memperkenalkan diri sebagai Panglima Satgas GRIB DPD Bali.
Lalu, video berganti menampilkan perwakilan Pacalang Bali pun menjawab perkenalan tersebut dengan menolak kehadiran ormas mana pun.
"Saya pecalang, kami bukan penjaga biasa. Kami adalah bagian dari sistem adat yang sudah diwariskan, turun temurun untuk menjaga Bali," ucap pecalang yang tidak diketahui namanya.
"Kami tidak butuh ormas dari luar, kami tidak butuh pihak asing yang datang membawa agenda," lanjut dia.
Baca: Alasan Pecalang Tolak Mentah-mentah Kehadiran Ormas Hercules: Bali Cukup dengan Rakyat Sendiri
Pecalang itu menjelaskan kekhawatiran akan rusaknya tatanan hidup di Bali apabila ormas hadir.
Sedangkan, masyarakat Bali sudah memiliki tatanan hidup dan sistem keamanan sendiri yang diwariskan secara turun temurun.
"Dan merusak tatanan hidup di Bali. Kami sudah punya sistem sendiri, dan sistem itu terbukti berjalan, kuat, dan dihormati rakyat," terangnya.
Baca: Lagi-lagi Grib Jaya Disenggol! Kini Dapat Penolakan dari Pecalang, Ungkap Bali Tak Butuh Ormas Luar
Ia juga mengatakan, ribuan Pecalang di Bali sudah cukup bagi mereka untuk menjaga dan melindungi desa adat Pulau Dewata.
"Di seluruh Bali ada 1500 desa adat, dan di setiap desa adat Pecalang hadir," ungkap dia.
"Kami ada di akar rumput, tahu apa yang kami jaga, dan apa kami lindungi," lanjutnya.
Dengan tegas, pecalang menyatakan bahwa tidak membutuhkan pihak luar untuk menjaga Bali.
"Kami tidak digerakkan oleh politik. Kami digerakkan oleh rasa tanggung jawab oleh adat dan tanah kelahiran kami," tegas dia.
"Bali tidak butuh pengaruh luar untuk aman. Bali cukup dengan rakyatnya sendiri. Dan selama Pecalang masih berdiri, Bali tetap terjaga," tungkasnya.
Selain itu, Ni Luh Djelantik juga membagikan unggahan surat terbuka mengenai penolakan ormas GRIB Jaya di Bali.
Surat tersebut ditulis oleh Ketua Pacalang DA Sulanyah, Kecamatan Seririt, Buleleng, bernama Wayan Darmaya.
Wayan menuliskan surat terbuka itu untuk Gubernur Bali, Bandesa Agung MDA Provinsi Bali, dan Manggala Agung Pasikian Pacalang Provinsi Bali.
"Mewakili keresahan masyarakat Bali khususnya Angga Pasikian Pacalang sejebag jagat Bali atas hadirnya ormas luar di Pulau Dewata," tulisnya.
Wayan juga menuliskan referensinya terkait Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat.
"Di mana kelembagaan adat memiliki struktur jaga baya atau pacalang di bawh baga pawongan yang memiliki fungsi dan peran yang penting untuk menajga keamanan wewidangan di Bali," kata dia.
Dengan demikian, kata Wayan, kehadiran pecalang sudah cukup dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah di Bali.
"Oleh sebab itu, melalui surat terbuka ini kami memohon pihak terkait untuk menolak adanya ormas luar di Pulau Dewata," kata dia.
"Serta memohon untuk diperkuat kelembagaan Pasikian Pacalang Bali dengan alokasi anggaran yang wajar. Demikian kami sampaikan," tukasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Viral GRIB Jaya "Ekspansi" ke Bali, Dapat Penolakan dari Pecalang: Kami Tidak Butuh Ormas
Video Production: Fitriana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
LIVE UPDATE
Diterjang Ombak Tinggi, Perahu Nelayan di Perairan Nusa Lembongan Terbalik, 8 ABK Dievakuasi
3 hari lalu
Tribunnews Update
Isak Tangis Keluarga Iringi Pemakaman ABK Korban Penganiayaan dan Pembakaran Hidup-hidup di Bali
3 hari lalu
Tribunnews Update
5 Pelaku Penganiayaan Sadis yang Tewaskan 2 Pemuda di Benoa Bali Ditangkap, Dipicu Dendam Kesumat
Jumat, 10 April 2026
Tribunnews Update
Kronologi 2 Pemuda Ditemukan Tewas seusai Dianiaya & Dibakar di Benoa Bali, 5 Pelaku Diciduk
Jumat, 10 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.