Terkini Metropolitan

Penjelasan Sejarah Masjid Jami Kalipasir Tangerang, Sudah ada Sejak 1412

Senin, 13 Mei 2019 14:23 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUN-VIDEO.COM, TANGERANG - Sekilas nampak tidak ada yang istimewa dari Masjid Jami Kalipasir, Kota Tangerang.

Namun, ternyata masjid yang berada di Jalan Raya Merdeka nomor 1 Kampung Kalipasir, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang tersebut menyimpan banyak sejarah unik.

Masjid yang didominasi warna hijau tersebut memang berlokasi sangat terpencil di dekat Pasar Lama Kota Tangerang bertetanggaan dengan Vihara Boen Tek Bio.

Masjid Jami Kalipasir juga tepat berseberangan dengan Sungai Cisadane yang konon menjadi jalur utama perdagangan negeri timur tengah ke asia pada abad ke-16.

TribunJakarta.com, mencoba menelusuri sejarah dibangunnya masjid Jami Kalipasir. Mantan dewan pengurus DKM Masjid Jami Kalipasir, Ahmad Syairodji mengatakan awal mula berdirinya masjid tersebut saat kedatangan Ki Tenggerjati pada 1412.

"Awalnya 1412 itu di sini hutan, lalu dari Kerajaan Galuh Kawali dari Jawa Barat beliau datang ke sini dan menetap sekaligus mendirikan gubuk kecil untuk istirahat sekaligus tempat ibadah mereka," jelas Syairodji pada Sabtu (11/5/2019) Ramadan 1440 H.

Ia menjelaskan, kedatangan ki Tenggerjati tak lain dan tak bukan adalah untuk menyiarkan ilmu agama yang sudah ia dapatkan dari gurunya di Jawa Barat.

Padahal, menurut Syairodji, Ki Tenggerjati merupakan keturunan darah biru dari kerajaan Galuh Kawali namun, lebih senang hidup dengan kesederhanaannya.

Bahkan Ki Tenggerjati pun menetap di gubuk kecilnya tersebut selama empat tahun lamanya hingga jemaahnya pun semakin banyak yang diyakini menjadi cikal bakal Islam di Tangerang.

"Dia (Ki Tenggerjati) akhirnya memperluas tempat ibadahnya karena semakin banyak jemaahnya dalam waktu empat tahun," jelas Syairodji.

Pasalnya, bertambahnya jemaah di tempat tersebut dikarenakan berseberangan dengan Sungai Cisadane yang menjadi jalur utama perdagangan hasil bumi pada abad ke-16.

Sehingga banyak orang yang bersinggah dan melaksanakan ibadah ditempat Ki Tenggerjati beribadah dan menyiarkan agama Islam.

"Dulu nama sungainya Sungai Cipamunggas, dulu tempat transportasi utama pengangkutan hasil bumi dari Selatan ke Utara menggunakan sampan," tuturnya.

Dari situ, ia meyakinkan cikal bakal agama Islam dan lahirnya tokoh-tokoh Tangerang semua berawal dari Masjid Jami Kalipasir.

Syiar yang dilakukan Ki Tenggerjati tersebut pun berlanjut hingga tahun 1455 kala itu. Hingga, tidak hanya dari dalam negeri, pedagang dari luar negeri pun mulai berdatangan ke kawasan Tangerang dulu kala.

"Mulai berdatangan dari Persia atas nama pimpinam Syekh Hasan Ali Alhusaeni atau Syekh Abdul Jalil dia ulama besar dari Persia dia tujuannya sama untuk syiar islam ke Banten tapi bertengger dulu di sini," terang Syairodji.

Menurutnya, syiar ajaran Islam pun diterima baik oleh warga sekitar sehingga semakin meluas lah ajaran islam di Tangerang pada kala itu.

Meski ada perbedaan soal kapan masjid itu dibangun, namun Syairodji menyatakan bahwa catatan terakhir berdirinya Masjid Jami Kalipasir itu sejal 1576.

"Yang menetapkan itu sendiri adalah Kiai Shobari yang hingga kini masih hidup orang Kalipasir asli. Karena dia memiliki ilmu hikmah dan ilmu falak," ucap Syairodji.

Waktu pun terus berlanjut hingga akhirnya pada tahun 1700 dibuatlah catatan resmi oleh keturunan ningrat bernama Raden Anwar Yasir bahwa Majid Kalipasir didirikan dan disematkan oleh Tumenggung Pamit Wijaya.

"Syiar Islam terus berlanjut hingga tahun 1700 Tumenggung Pamit Wijaya dikatakan ada catatan dari keluarga ningrat yang merupakan keturunan raden," kata Syairodji.

Sejak tahun itu, secara turun-temurun kepengurusan Masjid Jami Kali Pasir dipegan oleh keturunan Pamit Wijaya.

Lalu untuk kepengurusan masjid dari Jami Kalipasir sejak dulu diurus oleh keturunan Pamit Wijaya.

Hingga Abad ke-21 atau tahun 2019 ini, Masjid Jami Kalipasir masih berdiri kokoh ditengah hiruk pikuk Kota Tangerang dengan segala kesederhanaannya. (*)

ARTIKEL POPULER:

Baca: Kisah Haru Khanza Talita, Bocah 5 Tahun yang Sumbangkan Tabungan Hajinya untuk Rakyat Palestina

Baca: Begal Kembali Beraksi, Mahasiswa UTM Jadi Korban Tebasan Senjata Tajam seusai Tarawih

Baca: Satpol PP Kabupaten Pati Razia Penjual Miras, Pedagang Pingsan setelah Dagangannya Disita

TONTON JUGA:

Editor: Fatikha Rizky Asteria N
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: TribunJakarta
Tags
   #Masjid   #Kilas Sejarah
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved