Kamis, 3 April 2025

Local Experience

Pesona Pantai Parparean di Pinggir Danau Toba

Selasa, 1 April 2025 14:18 WIB
Tribun Medan

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Pantai Parparean yang terletak di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatra Utara, sedang menghadapi tantangan besar akibat kondisi air yang terus naik sejak pertengahan Oktober 2024 lalu.

Kondisi inipun berdampak signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan, sebagaimana diungkapkan oleh pengelola food court di area Pantai Parparean, Dio Dwi Andika (25).

“Tentunya, keadaan Pantai Parparean yang sedang pasang ini sangat memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan yang jauh menurun,” ucap Dio saat ditemui di Pantai Parparean pada Desember 2024 lalu.

Menurutnya, banyak wisatawan yang memilih pulang setelah melihat kondisi air yang sedang pasang.

"Sudah banyak yang tahu tempat ini, nah mereka datang melihat air yang naik seperti ini, langsung balik pulang,” kata Dio.

Dio menuturkan, saat kondisi air pasang, biasanya pengunjung hanya akan sekadar menikmati santapan saja lalu pergi.

Meskipun tidak ada tiket masuk, wisatawan tetap dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 2.000 per orang, serta tambahan biaya parkir dan sewa pondok yang berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000.

Namun, pendapatan dari sektor ini ikut menurun seiring dengan berkurangnya kunjungan wisatawan.

Saat ditanyai, satu di antara wisatawan yang berkunjung, Dewi (35) mengatakan dirinya sudah mengetahui Pantai Parparean sedang pasang, namun tetap berkunjung lantaran hanya ingin menikmati pemandangan pantai sambil menyantap makanan yang sudah ia siapkan dari rumah.

“Saya sudah tau Parparean lagi naik airnya, tapi saya hanya ingin mengajak keluarga makan di sini,” kata Dewi.

Faktor Penyebab dan Aktivitas Wisatawan

Dio menjelaskan bahwa keadaan pasang ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya curah hujan yang tinggi serta aliran Sungai Sigura-gura yang kabarnya ditutup sehingga air menumpuk di wilayah Pantai Parparean.

"Hampir sebulan, di sini hujan terus, dan aliran Sungai Sigura-gura yang kabarnya ditutup, jadi airnya menumpuk ke sini, " jelas Dio.

Pantai Parparean kerap menjadi tempat favorit wisatawan untuk berbagai aktivitas, seperti berfoto, menikmati kuliner khas, dan berenang di tepi pantai.

"Tepi Parparean ini setinggi dada orang dewasa namun bisa dijangkau anak-anak juga," kata Dio. Namun, kondisi air pasang membuat wisatawan enggan melakukan kegiatan tersebut.

Dio berharap situasi pasang di Pantai Parparean pun dapat segera membaik, dan wisatawan mau kembali berkunjung.

"Saya berharap, keadaan Pantai Parparean bisa kembali seperti semula. Cantik, jadi wisatawan yang datang ke sini senang karena sesuai dengan ekspetasi mereka," tuturnya.

Ia juga mengungkapkan harapannya agar bendungan yang menjadi penyebab aliran air tertahan dapat segera dibuka.

"Semoga bendungannya segera dibuka dan airnya bisa mengalir, tempat ini bisa kita perbaiki meskipun akan sangat jorok," imbuhnya.

Potensi Kuliner di Food Court

Di tengah tantangan ini, Dio tetap berupaya mempertahankan daya tarik food court yang dikelolanya.

Beragam menu nasional tersedia, mulai dari ikan bakar, ayam geprek, ayam penyet, hingga berbagai jenis mie dan camilan. Kuliner ini biasanya menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parparean.

Dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini, sehingga Pantai Parparean dapat kembali menjadi destinasi wisata yang ramai dan indah.

(Cr34/tribun-medan.com)

Program: Local Experience
Editor Video: Raka Salendra Hariawan

#danautoba #localexperience #wisataindonesia

Editor: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Medan

Video TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved