TRIBUNNEWS UPDATE
Dugaan Menag Nasaruddin, Sopir Ngantuk hingga Picu Kecelakaan Maut Bus Rombongan Jemaah Umrah
TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Agama, Nasaruddin Umar menyebut dugaan penyebab kecelakaan bus rombongan jemaah umrah asal Indonesia karena sopir mengantuk.Â
Namun, hal itu menurut Nasaruddin masih dugaan awal saja.
"Iya kecelakaan, mungkin ngantuk kali ya itu kali ya," beber Nasaruddin.Â
Insiden yang terjadi di Wadu Qudeid, Arab Saudi, pada Kamis (20/3) itu mengakibatkan 20 orang menjadi korban.Â
Diketahui, enam orang meninggal dunia, tengah dalam proses pemakaman.Â
Sementara itu, 13 korban lainnya mengalami luka-luka dan satu orang tidak terluka.
Nasaruddin menyatakan, dalam waktu dekat akan mengevaluasi regulasi dalam perjalanan ibadah umrah dan haji.
Salah satu evaluasinya terkait regulasi sopir bus di Mekkah dan Madinah.
Menteri Agama tersebut juga menegaskan, kedepannya tak boleh ada lagi sopir tunggal yang menyetir bus jemaah umrah dan haji.Â
"Enggak boleh sopir tunggal, ngantuk segala macam. Jalanannya licin luas begitu, walau ada pembatasan kilometernya, tapi namanya ngantuk ya," ungkap Nasaruddin.
(Tribun-Video.com/WartaKotalive.com)
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Menag Nasaruddin Umar Ungkap Dugaan Penyebab Kecelakaan Bus Umrah yang Tewaskan 6 WNI di Arab Saudi
Baca: Fakta 4 WNI Korban Tewas Kecelakaan Maut Bus Jemaah Umrah di Jeddah Arab Saudi, Ternyata 1 Keluarga
Baca: Jeep Tiba-tiba Menyalip Jadi Penyebab Sementara Kecelakaan Bus Jemaah Umrah di Saudi
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
MBG Disorot! Prabowo Bangga Banyak Petinggi Negara Asing Bersurat Ingin Pelajari
Sabtu, 22 Maret 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
Jokes Pihak Istana Tanggapi Jurnalis Tempo Diteror Kepala Babi: Dimasak Saja, Kebebasan Pers Terjaga
Sabtu, 22 Maret 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
UGM Ungkap Fakta soal Polemik Ijazah Palsu Jokowi, Jelaskan Penggunaan Font Times New Roman
Sabtu, 22 Maret 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
Prabowo Putus Rantai Kemiskinan, Maraton Bangun 200 Sekolah: Anak Kurang Mampu Tak Boleh Miskin
Sabtu, 22 Maret 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.