TRIBUNNEWS UPDATE
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin Klaim soal Pembahasan RUU TNI Sangat Maraton & Melelahkan
TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengklaim, pembahasan RUU TNI antara pemerintah dan Komisi I DPR RI telah melalui diskusi panjang.
Sjafrie menyebut perubahan RUU TNI bertujuan menopang kekuatan dan kemampuan TNI sebagai pengawal kedaulatan negara.
Dikutip dari Tribunnews.com, Sjafrie menyebut salah satu perubahan RUU TNI ini untuk memperkuat kebijakan modernisasi alutsista industri pertahanan di dalam negeri.
Perubahan lainnya yakni untuk memperjelas batasan dan mekanisme pelibatan TNI dalam tugas non militer dengan terlebih dahulu harus pensiun dari tugas dinas aktif.
"Dua, memperjelas batasan dan mekanisme pelibatan TNI dalam tugas non militer dengan terlebih dahulu harus meninggalkan tugas dinas aktif atau pensiun," ungkap Sjafrie.
Selanjutnya meningkatkan kesejahteraan serta jaminan sosial bagi keluarga prajurit.
"Tiga, meningkatkan kesejahteraan prajurit serta jaminan sosial bagi keluarga prajurit."
Yang terakhir menyesuaikan ketentuan terkait kepemimpinan jenjang karir dan usia pensiun sesuai dengan kebutuhan organisasi berdasarkan undang-undang yang berlaku.
Baca: Siapa Sosok Z? Disebut Jadi Salah Satu Penjudi yang Diundang Oknum TNI Lampung, Kini Jadi Tersangka
Baca: Perbedaan seusai RUU TNI Disahkan Puan Maharani yang Pimpin Rapat Paripurna, Simak Perubahannya
"Keempat, menyesuaikan ketentuan terkait kepemimpinan jenjang karir dan usia pensiun sesuai dengan kebutuhan organisasi berdasarkan undang-undang yang berlaku," imbuhnya.
Penjelasan ini disampaikan Sjafrie setelah DPR RI mengesahkan RUU TNI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/3/2025).
"Pembahasan Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 tentang Tentara Nasional Indonesia antara pemerintah dan Komisi 1 DPR RI berjalan dengan sangat maraton dan melalui pembahasan serta perdebatan yang konstruktif, namun penuh dengan keakraban dan persaudaraan," ucap Sjafrie
Sjafrie berpendapat, hal dilakukan supaya menghasilkan substansi RUU TNI yang lebih baik, komprehensif, dan tepat guna.
Perlu diketahui, DPR RI telah mengesahkan revisi UU nomor 34 tahun 2004 tentang TNI dalam rapat paripurna di Jakarta, Kamis (20/3/2025).
Rapat tersebut dipimpin Ketua DPR Puan Maharani didampingi Wakil Ketua DPR yang lain, seperti Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Adies Kadir.
Atas pengesahan ini Sjafrie berharap revisi UU TNI dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara.
"Semoga dapat memberikan manfaat besar bagi bangsa dan negara," tutur Utut.
(TribunVideo.com/Tribunnews.com).
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menhan Pembahasan RUU TNI Sangat Maraton dan Melalui Perdebatan yang Konstruktif
#ruutni #menteripertahanan #menhan #sjafriesjamsoeddin #dprri
Reporter: Linda Pancaningrum
Video Production: valencia frida varendy
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Panglima TNI Curhat Anggotanya Masih Ada yang Ngojek hingga Jualan Es: Masa Disebut Bisnis?
Kamis, 20 Maret 2025
Terkini Nasional
Siapa Sosok Z? Disebut Jadi Salah Satu Penjudi yang Diundang Oknum TNI Lampung, Kini Jadi Tersangka
Kamis, 20 Maret 2025
Tribunnews Update
Balas Dendam Houthi: Seusai Serang AS, Militan Yaman Bombardir Tel Aviv hingga Warga Kalang Kabut
Kamis, 20 Maret 2025
Terkini Nasional
Terlanjur Disahkan! Massa Aksi Mahasiswa Geruduk DPR: Masih Tegas Tuntut para TNI Kembali ke Barak
Kamis, 20 Maret 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.