Mancanegara

25 Siswa Bunuh Diri karena Dinyatakan Tak Lulus Ujian, Ternyata Ada Kesalahan saat Beri Nilai

Jumat, 3 Mei 2019 20:26 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Dua puluh lima siswa bunuh diri sepanjang 10 hari karena mereka pikir gagal ujian.

Dikutip dari NDTV, sekitar 33 persen dari 970 ribu siswa gagal ujian menengah dewan negara bagian di Telangana, India.

Ujian tersebut dilakukan oleh lembaga swasta Globarena Technologies Pvt Ltd.

Dua puluh lima siswa melakukan bunuh diri karena menduga mereka gagal ujian.

Hasil ujian tersebut dirilis pada Kamis (18/4/2019).

Di antaranya, dua gadis dari Mahbubnagar, Hyderabad, India membakar dirinya setelah mengetahui dirinya gagal.

Sedangkan, siswa lainnya yang merasa gagal ujian gantung diri.

Ternyata terjadi kesalahan perhitungan dari hasil ujian hingga dugaan penipuan yang sebabkan banyak yang gagal.

Tetapi berita tersebut termuncul setelah dua puluh lima orang bunuh diri.

Bahkan, satu siswa yang bunuh diri ternyata nilai aslinya 99 persen tetapi sebelumnya mendapat nilai 0.

Oknum guru yang menyebabkan masalah tersebut ditahan dan akan dipecat dari sekolah hingga didenda sebesar Rp1 juta.

Insiden tersebut membuat kemarahan yang cukup besar.

Kepala unit negara BJP (Bharatiya Janata) K Laxman mogok makan dan menuntut penyelidikan terkait masalah tersebut.

Ia meminta Menteri Pendidikan Guntakandla Jagdishwar Reddy digantikan.

Sedangkan, Sekretaris Dewan Pendidikan Menengah dipecat.

Simak video di atas! (Tribun-Video.com/April)

ARTIKEL POPULER:

Baca: Klarifikasi Maskapai Lion Air soal Video Oknum Pilot Pukul Petugas Hotel karena Masalah Baju

Baca: Plesetan Andre Taulany Bermasalah, Parto Patrio Pernah Alami Hal yang Sama, Ini yang Dilakukannya

Baca: Tuntut Pemungutan Suara Ulang, Demo di Depan Kantor Bawaslu PALI Ricuh dan Diwarnai Hujan Batu

TONTON JUGA:

Editor: Fatikha Rizky Asteria N
Reporter: Aprilia Saraswati
Video Production: Muhammad Eka Putra
Sumber: Tribun Video
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved