Nasional
Kronologi dan Dugaan Motif Oknum TNI Menyerang Mapolres Tarakan, 6 Polisi Masih Dirawat
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Markas Polres Tarakan, Kalimantan Utara, diserang sejumlah oknum Anggota TNI pada Senin (24/2/2025) malam.
Penyerangan terjadi sekira pukul 23.36 Wita.
Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman, Kolonel Kav Kristiyanto, menjelaskan para pelaku sudah dipanggil dan menjalani pemeriksaan di Polisi Militer.
"Sementara oknum yang diduga terlibat sudah dipanggil dan diperiksa oleh Subdenpom (Subdetasemen Polisi Militer) di Tarakan," kata Kolonel Kav Kristiyanto, Selasa.
Baca: Kondisi 5 Polisi yang Diinjak dan Diserang oleh Puluhan Oknum TNI, Alami Luka Robek
Ia menegaskan pejabat TNI di tingkat Kodam telah berkoordinasi dengan Polda Kaltim dan Polda Kaltara untuk menangani kasus.
Insiden ini melibatkan sekitar 20 orang berpakaian bebas. Mereka menyerang Polres Tarakan pada Senin malam.
Sejumlah anggota polisi mengalami luka-luka, dan beberapa fasilitas mengalami kerusakan.
Dugaan pemicu penyerangan
Penyerangan oleh sejumlah oknum anggota TNI di Mapolres Tarakan diduga berawal dari perselisihan antara oknum anggota TNI dan Polri di sebuah kafe dua hari sebelumnya.
Akibat penyerangan tersebut, lima anggota kepolisian mengalami luka-luka, sementara sejumlah fasilitas kantor rusak parah.
Ketegangan bermula pada Sabtu (22/2/2025) malam di Pot Cafe, ketika Pratu Riski Sanjaya, anggota Yonif 614/Rjp, terlibat cekcok dengan Bripda Pay dari Polres Tarakan.
Insiden tersebut memanas hingga berujung pada adu fisik, yang kemudian melibatkan beberapa anggota polisi lainnya.
Pratu Riski diduga dikeroyok hingga tersungkur sebelum akhirnya dibawa pulang oleh rekannya, Nardi.
Upaya penyelesaian sempat dilakukan.
Baca: Tampang Diduga Oknum TNI Serang Polres Tarakan, Polisi Kesakitan Minta Tolong
Awalnya sepakat berdamai
Pada Minggu (23/2/2025) dini hari, Sertu Yeskel bertemu dengan Bripda Algi, anggota Resmob Polres Tarakan, untuk mencari solusi atas kejadian tersebut.
Kedua belah pihak sepakat atas kompensasi sebesar Rp 10 juta sebagai bentuk penyelesaian.
Namun, situasi kembali memanas setelah percakapan telepon pada Senin malam yang memicu emosi anggota Yonif 614/Rjp.
Sekitar pukul 23.15 Wita, sebanyak 37 anggota TNI dari Yonif 614/Rjp dan Brigif 24/BC mendatangi Polres Tarakan.
Sebagian tiba menggunakan dump truk, sementara lainnya mengendarai sepeda motor pribadi.
Sesampainya di lokasi, mereka langsung melakukan pengeroyokan terhadap petugas yang berjaga dan merusak berbagai fasilitas kantor, termasuk meja, kursi, kaca ruang Kapolres, serta jendela ruang ETLE.
Baca: Penyerangan Oknum TNI ke Polres Tarakan: 6 Polisi Luka, Motif Penyerangan Masih Didalami
6 polisi dirawat di rumah sakit
Setelah penyerangan itu, enam polisi yang bertugas di SPKT (Sentrea Pelayanan Kepolisan Terpadu) Mako Polres Tarakan alami luka, kini masih dirawat di RSUD dr Jusuf SK.
"Mereka bertugas di SPKT. Kondisinya kita akan cek ke rumah sakit lihat kondisi anggota kita masih dirawat," ucap Kapolda Kaltara Irjen Pol Hary Sudwijanto, Selasa (25/2/2025).
Untuk kronologi dan motif penyebab terjadinya penyerangan yang dilakukan Oknum TNI, Kapolda Kaltara, mengatakan masih dalam proses pendalaman.
"Nanti kita tunggu. Yang jelas hari ini saya dengan Pangdam VI Mulawarman bersama-sama menyelesaikan jalurnya," jelas Kapolda Kaltara.
Ditanya mengenai kronologi yang sudah beredar luas di media sosial, pihaknya menjawab normatif.
"Itu kita kasihkan nanti setelah hasil penyelidikan selesai. Kalau yang beredar kan mungkin versi lain. Tapi nanti kita akan luruskan sesuai dengan fakta dari hasil pemeriksaan," jelasnya.
Mengenai adanya dugaan personel mengalami mabuk kemudian terjadi perkelahian dan berapa jumlah anggota terlibat, pihaknya juga menjawab normatif.
"Nanti ya setelah itu. Ya itu nanti dari hasil pemeriksaan," jelasnya.
Kemudian ada juga beredar informasi senpi hilang dijawab olehnya sudah dikembalikan. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Diduga Ini Pemicu Oknum TNI Serang Mapolres Tarakan, 6 Polisi Masih Dirawat di Rumah Sakit
Video Production: Arie Setyaga Handika
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Sosok Amsal, Videografer yang Terjerat Kasus Mark Up Video Profil Desa, Dituduh Korupsi Rp202 Juta
Minggu, 29 Maret 2026
Terkini Nasional
DETIK-DETIK Nenek Bertongkat Curi Uang dan HP di Depok, Ternyata Sudah Berkali-kali Mencuri
Minggu, 29 Maret 2026
Viral News
GEGER! Guru MTs di Depok Tawarkan Jasa Seksual ke Anak anak, Ngaku Idap HIV Belasan Tahun
Minggu, 29 Maret 2026
Viral News
IDENTITAS NENEK Bertongkat yang Nekat Mencuri di Depok Terbongkar, Ternyata Kerap Beraksi
Minggu, 29 Maret 2026
Tribunnews Update
Nasib Pemalak Mobil Pemudik hingga Rampas Barang Korban di Tanah Abang Jakpus, 2 Pelaku Diringkus
Minggu, 29 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.