Terkini Nasional
Bandara Soekarno-Hatta Penuh Sesak, Menteri Rini Suruh Percepatan Revitalisasi Terminal 1 dan 2
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUN-VIDEO.COM, TANGERANG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengklaim Bandara Soekarno-Hatta sudah kelebihan kapasitas penumpang.
Hal itu ia ungkapkan saat melakukan pengecekan fasilitas dan groundbreaking gedung pelayanan angkutan moda terpadu Bandara Soekarno-Hatta.
Rini menyebutkan bahwa saat ini bandara tersibuk di Indonesia tersebut sudah kelebihan kapasitas dalam menampung penumpang perharinya.
"Sekarang saja kapasitas hampir 67 juta penumpang padahal kapasitasnya untuk 43 juta. Karena itu sangat dibutuhkan mempercepat revitalisasi Terminal 1 dan Terminal 2," kata Rini di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (5/4/2019).
Ia pun mendesak PT. Angkasa Pura II selaku operator Bandara Soekarno-Hatta untuk segera revitalisasi Terminal 1 dan 2 sebagai penerbangan domestik.
Sebelumnya, Rini meninjau hasil kerja 10 perusahaan BUMN yang berada di Bandara Soekarno-Hatta.
Rini terjun langsung ke lapangan menuju proyek pembangunan yang tengah berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta, ditemani oleh sekitar 10 direktur perusahaan BUMN yang mengerjakan proyek pembangunan tersebut.
Setibanya di bandara, Rini langsung meninjau progress pembangunan di East Cross Taxiway and Aksesibilitas Flyover sekira 20 menit.
Kemudian menuju Runway 3 section 2, apron cargo village yang pembangunannya sudah menyelesaikan pada tahap apron, tinggal cargo atau penyimpanananya.
Terakhir gedung OCC skytrain, ruang kontrol skytrain atau kereta layang.
Dari situ, Rini langsung menuju area ground breaking ground integrated building Bandara Soekarno-Hatta, yang terletak di sebelah stasiun kereta layangm
Kemudian meninjau langsung gedung Airport Operation Control Centre (AOCC). Dimana semua kegiatan di Bandara Soekarno-Hatta.
"Ini dia, sinergitas antar BUMN terjadi di sini," puji Rini.
Dia merinci semua pembangunan dilakukan oleh perusahaan negara seperti Stasiun Kereta Bandara dikerjakan oleh PT Adhi Karya, Pusat Kendali Operasionalnya dikerjakan oleh PT Telkom, sementara stasiun kereta layang yang menuju Terminal 1, 2 dan 3 dilakukan oleh PT Wijaya Karya dan terakhir pengadaan kereta layangnya dilakukan oleh PT LEN.
"Pengadaan gardu distribusi listrik 2 dan 3 oleh PT Nidya Karya, sub gardunya Waskita Karya," kata Rini.
Sementara, untuk yang sedang dalam tahap pengerjaan yakni gedung pelayanan antar angkutan moda transportasi atau intrgrated building, yang mengerjakan adalah PT Utama Karya.
Sedangkan untuk revitalisasi Terminal 1C dan 2F dilakukan oleh PT Adhi Karya.
"Ini semua yang mengerjakan BUMN, kita patut bangga," ujar Rini. (*)
ARTIKEL POPULER
Baca: Cara Cek Nama di Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2019
Baca: Cara Cek Nama di Daftar Pemilih Tetap Pemilu 2019 di HP Melalui Aplikasi Android
Baca: Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan dari HP Melalui Aplikasi BPJSTKU, Bisa Kapan Pun dan di Mana Pun
TONTON JUGA:
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: TribunJakarta
Seleb
PINKAN MAMBO Bawa Berkah Pedagang, Live Tiktok di Pinggir Jalan Picu Keramaian
Minggu, 5 April 2026
Mancanegara
Warga Geruduk Rumah Doa di Teluknaga Tangerang seusai Ibadah Jumat Agung, Minta Ditutup Permanen
Minggu, 5 April 2026
LIVE UPDATE
Detik-Detik Kebakaran Bengkel dan Toko Helm di Tangsel, Bangunan Ludes Dilalap Kobaran Api
Kamis, 2 April 2026
LIVE UPDATE
Kandang Persita Stadion Indomilk Arena Porak poranda, Atap Rusak Diterpa Angin Puting Beliung
Selasa, 31 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.